Minggu, 05 Februari 2012

Home » » [review] Lord Of The Ring War In North

[review] Lord Of The Ring War In North




Trilogi Lord of the Rings dari novel karya J.R.R. Tolkien untuk versi video game kembali muncul. Sebelumnya game-game yang diadaptasi dari trilogi LOTR hadir dalam berbagai jenis permainan, seperti action adventure, real time strategy, dan MMO. Kini telah hadir juga dalam jenis action RPG yang berjudul  Lord of the Rings: War in the North, di mana sesuai dengan harapan saya untuk memainkannya dalam sudut pandang RPG yang biasanya lebih memberikan kebebasan dalam menjelajah dunia permainan dibandingkan action adventure yang sangat terbatas dan sangat terskripsi.
 

 
Story game ini mengunakan alur cerita yang baru dan tidak mengikuti versi novel dan filmnya, namun kisahnya masih terhubung dan cukup menarik untuk diikuti. Dimana sewaktu 'The Fellowship of the Ring' melakukan perjalanan membawa cincin ke arah timur Middle Earth, ancaman baru muncul dari Utara. Setelah mendengar penjelasan dan nasihat dari Elrond dan kawan-kawan, ketiga ksatria yang bernama Eradan, Farin, dan Andriel melakukan perjalanan ke utara untuk menghadapi ancaman Agandaur, tangan kanan Sauron. Inti cerita gameini cukup simple yakni menyelamatkan dunia dari kehancuran juga. Game ini akan membawa kita melintasi lokasi-lokasi yang terdapat pada filmnya, seperti Misty Mountains, Mirkwood, tempat berkumpulnya pasukan kegelapan Sauron, dan tentunya kita juga akan bertemu beberapa karakter yang ada di novel dan di film, seperti Aragorn dan Elrohir, hingga pasukan kegelapan seperti Orc, Trolls, Goblin, ataupun Saenathra sang laba-laba raksasa.

Dalam game ini kita diperbolehkan memilih salah satu dari tiga karakter playable yang memiliki ras dan job yang berbeda, mereka adalah Eradan, ras Human dengan job Ranger, yang tentunya ahli dalam memanah serta memainkan pedang. Kemudian Farin, ras Dwarf dengan job warrior yang sangat tangguh dalam petarungan jarak dekat. Dan terakhir, Andriel, ras Elf dengan job Mage, yang mampu mengeluarkan ilmu sihir yang bersifat menyerang maupun bertahan. Selain mereka memiliki personaliti yang berbeda satu sama lain, mereka juga memiliki kemampuan yang unik pula, misalnya saat berada didalam gua, Farin yang merupakan ras Dwarf dapat melihat tanda pada dinding gua untuk dihancurkan dan mengambil item yang tersembunyi didalamnya, sementara karakter lainnya tidak bisa. Ataupun Eradan dapat menyelinap ke belakang musuh tanpa terdeteksi serta dapat melacak jejak kaki musuh.

Kita mengontrol karakter dalam sudut pandang orang ketiga, sama halnya pada game Fable dan Mass Effect. Masing-masing karakter dapat melancarkan serangan biasa dan serangan yang lebih kuat. Mereka juga dapat memblok serangan musuh dan segera membalas serangan tersebut, serta dapat berguling untuk menghindari serangan. Karakter kita juga dapat memanah dan membidik musuh, misalnya menembak tepat pada kepalanya akan menciptakan head shot. Sistem kombat pada game ini boleh dikatakan sangat brutal dan berlangsung epik. Bagian tubuh dari musuh dapat terpisah dan banyak menampilkan cipratan darah.

Sayangnya variasi musuh dalam game ini sangat sedikit, dari awal mulai hingga beberapa jam permainan berlangsung, kita akan selalu bertemu dengan musuh yang cenderung itu-itu saja sehingga terasa sedikit jenuh, bahkan pada boss  battle juga tampak biasa saja dan kurang menantang.


Beberapa serangan yang kita lancarkan pada musuh akan membuat mereka rentan dan memunculkan tanda yang memungkinkan kita untuk mengeluarkan jurus pamungkas atau serangan mematikan seperti critical strike, brutal hit, hit  streak, heavy impact, dan lain-lain. Hal tersebut akan membuat karakter kita mendapatkan tambahan XP, disamping dari sejumlah XP yang didapatkan saat berhasil menghabisi musuh. Jumlah XP yang terkumpul dalam target tertentu akan meningkatkan level karakter yang disertai pemberian beberapa point yang dapat di distribusikan pada atribut strength, dexterity, stamina, dan will dalam mengasah serangan dekat, serangan jauh, serta kekuatan armor pada

karakter kita. Selain itu juga terdapat skill point yang dapat didistribusikan pada pohon skill yang hadir cukup bervariasi sehingga kita bisa menambahkan sedikit strategi dalam bertarung. Disepanjang permainan kita akan selalu ditemani dua karakter lain yang akan dikontrol oleh AI komputer. Kita pun dapat memberi dua perintah sederhana saja, yaitu menyerang ataupun bertahan. Kepintaran AI dalam game ini cukup mengecewakan, mereka kurang cepat merespon perintah yang diberikan padahal pertarungan dalam game ini berlangsung cepat. Kita juga dapat beralih karakter dari ketiga karakter tersebut untuk mendapatkan pengalaman bertarung yang berbeda. Untuk beralih karakter tidak dapat dilakukan disembarang tempat dan hanya bisa dilakukan pada awal level saja. Leveling point karakter yang dikontrol AI komputer pun mengecewakan karena mereka berjalan otomatis dalam menetapkan poin atribut dan skill. Satu-satunya cara adalah dengan beralih ke karakter yang sebelumnya dikontrol oleh AI komputer untuk mendapatkan kesempatan mendistribusikan semua poin atribut dan skill untuk membangun karakter yang kita inginkan. Hal ini bukanlah cara yang tepat, tetapi malah terasa merepotkan saat beralih ke karakter lain. Bagi yang hanya berfokus pada salah satu karakter saja atau bermain dalam mode co-operative, mungkin tidak merasakan buruknya sistem ini.


Awalnya game ini menyediakan dua tingkat kesulitan yang dapat dipilih: Easy dan Normal. Namun setelah kita berhasil menamatkannya, kita akan membuka tingkat kesulitan Heroic yang dapat dimainkan dengan data savegame sebelumnya yang masih mempertahankan stok item, jumlah XP, dan skill poin pada karakter sebelumnya. Selanjutnya jika kita berhasil menyelesaikannya lagi, maka kita dapat membuka dan memainkan tingkat kesulitan Legendary. Disamping dari mode single player yang dapat diikuti, game ini juga memperoleh fitur co- operative yang merupakan sajian paling menarik dan seru dalam game ini. Mode ini dapat dimainkan bersama teman ataupun saudara melalui online atau dalam satu layar televisi yang dibagi secara vertikal.

Fitur kustomisasi karakter dalam game ini akan mengubah tampilan fisik pada karakter, selain itu juga akan berperan dalam meningkatkan kekuatan dan pertahanan karakter. Game ini menyediakan hingga 12 slot yang dapat dikustom, mulai dari armor kepala, armor badan, senjata pada tangan kiri dan kanan, hingga aksesoris dan armor sepatu. Pelengkapan armor dan item dapat ditemukan dari musuh yang tewas ataupun dari peti yang tersembunyi. Karena item yang dihadirkan dalam game ini cukup banyak, maka item yang tidak terpakai dapat dijual di toko dan jika ada yang rusak dapat diperbaiki di blacksmith.

Terdapat juga percakapan interaktif seperti yang terdapat pada game Mass Effect, yang akan menceritakan lebih mendalam tentang dunia Middle Earth, bahkan ada juga dialog yang akan mengaitkan cerita tentang masing-masing karakter didalam game ini.


Dari segi visual pada game ini terlihat bagus dengan lingkungan permainan yang nampak indah, akan tetapi terdapat beberapa tekstur gambar yang nampak kabur. Tingkat kedetilan pada karakter dan efek pencahayaan pada game ini juga tampak lumayan bagus, hal ini terlihat pada armor dan senjata yang mengkilap saat terkena cahaya serta adanya efek pemanis, misalnya salju yang turun terlihat alami. Setidaknya mereka sudah berhasil untuk menghadirkan dunia Middle Earth dengan baik. Tidak hanya mengandalkan text sebagai sarana menjelaskan jalur cerita game ini, tapi ada banyak cutscene yang disajikan dengan cukup halus. Kemudian dari aspek sound, suara akting dari masing-masing karakter terdengar lumayan baik, begitu juga pada suara latar dan efek, misalnya pada saat melintasi pegunungan berkabut terdengar menyeramkan hingga teriakan Troll ataupun pedang saling beradu terdengar mantap.

Editor's Tilt 7,5
Walau berjenis Action RPG, gameplay game ini tetap terasa linear, namun hal tersebut tidaklah begitu menganggu. Game ini tetap saja mengasikan dan mode permainan co-operative membuat saya menikmati hingga berjam-jam dengan konsekuensinya mata terasa cepat lelah dan tidak nyaman karena harus berbagi layar dalam satu LCD apabila tidak dimainkan secara online.

YOLLY HERMANTO
VGI Kontributor

// GAMEPLAY

Permainan Action RPG yang panjang dengan kurangnya variasi musuh dan sebagian besar gameplay dihabiskan dengan membantai musuh, menimbulkan sedikit kebosanan, namun untungnya sistem kombat dan penjelajahan dunia Middle Earth terasa menarik. 7,0

// GRAPHIC
Visual tampak bagus namun belum maksimal untuk mesin konsol dan desain lingkungan permainan berhasil membawa kita ke dunia Lord of the Ring.7,5
// SOUND
Suara akting masing-masing karakter terdengar baik serta komposisi musik permainan yang bernuasakan Lord of the Ring membuat kita serasa menonton filmnya. 7,5
// LONGEVITY &  MULTIPLAYER
Adanya tingkat kesulitan yang semakin menantang dapat di unlock dan Challenge Mission yang menguji pemain untuk bertahan dari gelombang serangan musuh, membuat saya berpikir beberapa kali untuk memainkannya kembali. 6,5
OVERALL 7,2 (GOOD)

0 komentar :

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys