Minggu, 22 September 2013

Home » » [review] Sniper Ghost Warrior 2

[review] Sniper Ghost Warrior 2

By Pladidus Santoso
March 15, 2013   ·   
 
 

“Did i ever tell you what definition of insanity is? Insanity is doing the exact…same frakking thing…over and over again, expecting shit to change. That…is crazy”, kalimat yang dilontarkan oleh Vaas – tokoh antagonis ikonik dari Far Cry 3 ini menjadi kiasan yang paling tepat untuk menggambarkan industri game saat ini. Terlepas dari beberapa judul yang mampu tampil berani lewat inovasi gameplay dan cerita, sebagian besar judul game yang dirilis jatuh pada kebutuhan untuk menciptakan intisari permainan yang serupa dengan beberapa judul game mainstream yang sudah populer terlebih dahulu. Dari semua genre yang ada, tren ini paling kentara terlihat di game-game military shooter. Setelah kesuksesan Modern Warfare dan Battlefield, developer berbondong-bondong untuk mengekor popularitas yang ada dengan menciptakan atmosfer dan gaya permainan yang  sama. Untungnya, di tengah “kegilaan” ini, masih ada game FPS yang berani menawarkan sesuatu yang berbeda. Sebuah game terbaru dari City Interactive – Sniper: Ghost Warrior 2.

Gamer yang familiar dengan pesona game-game military shooter tentu tidak asing lagi dengan peran sebagai seorang sniper alias penembak jitu, sebuah profesi “sakral” yang tampil tak ubahnya malaikat pencabut nyawa. Tidak perlu tampil frontal dan menghabiskan banyak peluru, seorang Sniper dituntut untuk bergerak cepat, tersembunyi, namun tetap mampu membunuh setiap musuh dengan efektif dan efisien. Terlepas dari eksistensinya yang memang sudah terhitung cukup lama di industri game, level Chernobyl di Modern Warfare memang harus diakui menjadi monumen kebangkitan kembali peran ini di industri game. Anda termasuk gamer yang begitu terpesona dan mencintai misi ini di masa lalu? Bayangkan jika Anda menemukan sebuah game yang memuat sensasi serupa di sepanjang permainan. Hal inilah yang akan Anda dapatkan dari Sniper: Ghost Warrior 2.

Lantas bagaimana dengan performa keseluruhan dari game yang satu ini, apalagi setelah ekspektasi yang begitu tinggi darinya? Selamat datang di dunia para penembak jitu.

Plot

Anda akan berperan sebagai Cole Anderson, seorang penembak jitu berpengalaman yang ditugaskan untuk merebut kembali sebuah senjata pemusnah massal.
Bersama dengan sang companion setia yang juga seorang spotter – Diaz, Anderson bertempur di sudut-sudut dunia untuk mengemban misi utamanya ini.
Di tengah dunia yang penuh konflik dan usaha dari banyak pihak untuk meruntuhkan dominasi negara Paman Sam, Anda akan berperan sebagai Cole Anderson, seorang penembak jitu handal yang ditugaskan untuk menginvestigasi sebuah senjata pemusnah massal yang jatuh ke tangan teroris. Ini tentu saja menjadi mimpi buruk bagi Amerika Serikat, apalagi investigasi mencurigai keterlibatan salah satu organisasi teroris paling berbahaya di belakangnya. Namun perjalanan Anderson justru menemukan sebuah fakta baru yang lebih mengejutkan, keterlibatan masa lalunya di dalam konflik ini, seorang pedagang senjata yang memang hidup dari perang dan kesempatan  – Merinov. Anda pun akan dibawa dalam sebuah timeline masa lalu-masa kini, menceritakan latar belakang konflik antara Anderson dan Merinov, serta satu pihak lainnya yang lebih krusial.

Anderson terkejut bahwa salah satu pihak yang berhubungan dengan konflik ini ternyata adalah Merinov – yang notabene memiliki sejarah kelam personal dengannya..
Sniper: Ghost Warrior 2 akan membawa Anda dalam dua buah timeline – masa lalu dan masa kini yang ditujukan untuk mempelajari hubungan antara Anderson dan Minerov.
Lantas, siapa sebenarnya Merinov? Konflik seperti apa yang tengah ia rencanakan? Mampukah Anderson memastikan bahwa serangan teroris ini digagalkan? Semua jawaban ini akan Anda temukan dengan memainkan Sniper: Ghost Warrior 2 ini.


Sejak diperkenalkan pertama kali lewat serangkaian screenshot dan teaser, City Interactive sendiri memang sudah menggembar-gemborkan tentang plot yang akan diusung oleh Sniper: Ghost Warrior 2. Menjadikannya sebagai nilai jual utama, cerita seri ini diklaim lahir dari para penulis kawakan yang akan membuat konflik di dalamnya tertata rapi dan menarik. Namun begitu menjajalnya? Antisipasi ini boleh terbilang, runtuh begitu saja. Terlepas dari beragam setting dan konflik dunia nyata yang ia usung, ia kembali membawa sebuah alur cerita yang terhitung klise dan tidak istimewa, apalagi jika dibandingkan dengan beberapa game military shooter lain yang mengalir dengan dinamika lebih unik.

Satu Peluru – Satu Nyawa!

Sesuai dengan nama yang ia usung, game ini akan memaksa Anda untuk berperan sebagai seorang penembak jitu. Alih-alih seperti game FPS lain yang memungkinkan Anda untuk menyerang dan membunuh membabi buta, Anda butuh memastikan setiap peluru yang meluncur berarti berakhirnya satu atau dua nyawa di pihak musuh.

Berbeda dengan sebagian besar game FPS arcade di pasaran yang memungkinkan Anda untuk memegang senapan mesin yang tersedia dan membantai setiap musuh dengan mudahnya, Sniper: Ghost Warrior 2 hadir dengan pesona yang lain. Seperti nama yang diusungnya, sepanjang permainan Anda akan berperan sebagai seorang penembak jitu yang memang harus menyelesaikan misinya secara stealth, sembari menghabisi para musuh dari kejauhan. Jika bisa disimpulkan, ia menawarkan sensasi yang serupa dengan misi sniper Chernobyl yang ditawarkan oleh Modern Warfare di masa lalu. Anda memang masih diminta untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya, menghabisi setiap musuh yang ada sembari berusaha bertahan hidup, namun metode yang diusung sangat terbatas. Selain melee stealth kill, Anda hanya akan dibekali dengan sebuah pistol dengan silencer dan sniper untuk melakukannya. Anda tidak bisa memungut senjata yang tengah digunakan oleh para musuh dan terlibat dalam perang terbuka secara frontal.  Anda memang dipaksa untuk berperan sebagai sniper dalam kapasitas paling maksimal.

Tidak hanya sekedar membidik dan melakukan zoom, ada beberapa elemen yang harus Anda perhitungkan sebelum menekan pelatuk senjata laras panjang Anda. Angin, detak jantung, dan posisi akan sangat menentukan seberapa presisi peluru Anda meluncur.
Terlepas dari situasi apapun yang Anda hadapi, Anda tidak diperkenakan untuk mengganti kedua senjata utama berperedam Anda. Sniper: Ghost Warrior 2 tidak memungkinkan Anda untuk memungut senjata musuh dan memulai sebuah perang terbuka.
Di beberapa titik tertentu pada gameplay, Anda akan dibekali senjata yang lebih kuat secara otomatis untuk menghabisi musuh di jarak yang lebih jauh.
Sebagai sebuah game yang menjual sisi sniper sebagai nilai jual utama, Sniper: Ghost Warrior 2 tentu saja memastikan pekerjaan yang satu ini tidak mudah dilakukan begitu saja. Anda tidak hanya bisa sekedar membidik melalui scope, melakukan zoom, dan menekan pelatuk kapanpun Anda inginkan. Ada beberapa faktor yang harus dicermati sebelum memastikan meluncurnya peluru Anda berarti menambah satu ekstra tubuh tidak bernyawa di pihak musuh. Selain angin yang akan terus bertiup dan mempengaruhi arah gerak peluru ketika berada di jarak yang jauh, detak jantung juga memainkan peranan penting. Aktivitas fisik seperti memanjat dan berlari akan membuat nafas Anda terengah-engah sehingga sulit untuk mendapatkan bidikan yang stabil. Posisi ketika menunduk, berbaring, dan berdiri ketika meneropong di balik senjata laras panjang Anda juga akan mempengaruhi akurasi tembakan Anda.

Bagaimana jika Anda masuk dalam situasi yang membutuhkan Anda untuk menghabisi seorang target dengan cepat, namun Anda sulit untuk mendapatkan bidikan yang tepat? Tenang saja, Anda bisa menahan nafas Anderson dalam waktu tertentu untuk mendapatkan bidikan yang lebih presisi. Semakin lama Anda menetapkan seorang target, maka mekanisme bantuan berupa sebuah dot merah yang akan secara otomatis memprediksikan arah jatuh peluru akan hadir. Gagal membunuh dengan satu peluru? Maka Anda akan langsung membuat semua pasukan musuh dalam satu area memburu Anda secara instan. Ingat ini bukan Call of Duty, hanya butuh sekitar 4-5 peluru untuk membunuh Anda dan memaksa Anda untuk menempuh gap checkpoint yang terhitung jauh. Namun tenang saja, para AI yang mengejar ini bukanlah musuh terpintar yang akan menyulitkan Anda. Tinggal beralih ke handgun ber-silencer Anda dan tunggu saja mereka muncul satu per satu untuk dihabisi.

Pertama kali melihat efek kill-cam yang ada, Anda mungkin akan terpesona. Namun seiring dengan frekuensi medapatkannya, Anda akan merasakan impact yang kurang wah. Seandainya saja mereka juga ikut meniru efek brutal yang ditampilkan oleh Sniper Elite V2.
Fiuuuuuuuuu…………………………………….BAM!
Apalah arti sebuah game FPS jika tidak mampu menawarkan atmosfer pertempuran yang terus menegangkan dan epik? City Interactive menjawab tantangan ini dengan menyuntikkan sedikit elemen dramatisasi untuk peluru yang Anda lontarkan untuk musuh terakhir yang berada di sebuah area. Seperti game bertema serupa seperti Sniper Elite V2, Anda akan melihat jalur gerak peluru yang berputar dalam gerak lambat dengan kamera sinematik yang berfokus padanya, pelan namun pasti, bersarang pada tubuh musuh yang menjadi target Anda. Sayangnya, efek ini memang terkesan hambar jika dibandingkan dengan Elite V2 yang menambahkan efek hancurnya tulang dan organ tubuh yang membuat semua penantian ini memuaskan. Efek zoom dan slow-motion yang ditawarkan kill-cam Sniper: Ghost Warrior 2 ini mungkin akan terlihat menakjubkan di awal permainan, namun mulai terasa biasa begitu Anda sudah melakukannya setidaknya tiga kali.

Bukan CryEngine 3 yang Anda Harapkan

Mendengar Sniper: Ghost Warrior 2 akan mengusung salah satu engine terbaik di industri game saat ini – CryEngine 3, JagatPlay langsung mempersiapkan rig terkuat yang ada untuk memastikan diri mampu menangani game ini dalam kualitas yang paling maksimal. Berkaca pada kasus Crysis 3 dari Crytek yang mengusung engine yang sama, ekspektasi tentu saja menguat, kembali menikmati sebuah game shooter yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga memanjakan mata. Namun ekspektasi ini harus dibayar mahal dengan kekecewaan.

Walaupun mengusung CryEngine 3 sebagai engine utama, jangan berharap Anda akan menemukan kualitas optimalisasi sebaik yang ditunjukkan Crytek lewat Crysis 3.
Melihat kualitas yang ada, besar kemungkinan ini merupakan CryEngine 3 “versi ringan” yang sempat diterapkan Crytek di Crysis 2.
Lupakan tentang water-effect realistis.
City Interactive memang tidak berbohong. Sniper: Ghost Warrior 2 memang datang dengan CryEngine 3, engine andalan Crytek yang luar biasa, hanya saja bukan CryEngine 3 yang selama ini kita harapkan. Anda memang akan menemukan kualitas visualisasi yang pantas untuk diacungi jempol, namun tidak cukup untuk tampil memukau dan memaksa PC Anda untuk menjerit layaknya yang terjadi pada Crysis 3. Besar kemungkinan, bahwa engine CryEngine 3 ini merupakan produk yang belum dioptimalisasi secara maksimal, sehingga justru terkesan mengulangi kesalahan kualitas sama yang ditawarkan oleh Crysis 2. Kualitas lighting-nya sendiri masih tampil memesona, namun segi lain seperti tekstur, detail, hingga desainnya sendiri tidak merepresentasikan potensi CryEngine 3 yang sebenarnya. Ini tentu saja menjadi pukulan yang telak.

Kesimpulan

Namun terlepas dari semua kekurangan yang ia tunjukkan, Sniper: Ghost Warrior 2 tetap membuktikan diri sebagai sebuah game FPS military shooter yang menarik untuk dijajal. Walaupun terlihat hambar, namun ada keasikan tersendiri ketika Anda berjuang untuk terus bersembunyi sekaligus juga menghabisi musuh-musuh yang berada dalam jangkauan tembak. Memang tidak istimewa, namun harus diakui, Sniper: Ghost Warrior 2 tetap menjadi sebuah game FPS yang menyenangkan.

Di antara gempuran game-game military shooter, terutama mereka yang menjadikan FPS sebagai genre utama, kehadiran Sniper: Ghost Warrior 2 dari City Interactive ini tentu saja menjelma menjadi oase tersendiri. Tidak hanya bertindak layaknya orang barbar dengan senjata, peran Anda sebagai seorang seorang penembak jitu memberikan persepktif yang berbeda tentang perang, sebuah ketenangan di dalam kekacauan. Rapuhnya sang karakter utama dari damage serangan yang ada membuat Anda terpanggil untuk memastikan setiap peluru yang meluncur dari senapan bidik Anda berakhir pada jatuhnya korban jiwa di pihak musuh. Perhitungan terhadap angin, detak jantung, dan posisi bidik Anderson juga menjadi elemen yang merumitkan, sekaligus juga memberikan atmosfer seorang penembak jitu yang tepat untuk Sniper: Ghost Warrior 2.

Walaupun tampil unik dari sisi gameplay, ada beberapa kekurangan yang pantas untuk disoroti dari Sniper: Ghost Warrior 2. Di samping plot yang ternyata berakhir klise dan kualitas CryEngine 3 yang tidak sesuai ekspektasi, game ini masih menemukan beberapa masalah krusial. Salah satu yang pantas untuk disorot adalah jarak antar checkpoint yang boleh terbilang jauh. Walaupun sistem seperti ini memaksa Anda untuk bermain lebih hati-hati, namun harus diakui, sistem ini seperti ini seringkali berakhir menyebalkan. Kehadiran AI yang kurang cerdas juga menjadi kekurangan lain yang perlu dicatat oleh City Interactive. Seolah tidak sadar dengan kondisi yang terjadi di sekitar mereka, Anda akan menemukan musuh yang bergantian bergerak menuju ke tempat Anda untuk dibunuh walaupun ada begitu banyak mayat bergelimpangan di sekitarnya. Kami bahkan sempat menemukan kasus AI yang tetap berpatroli tenang walaupun sebuah drum meledak di sampingnya. Waktu gameplay yang terlampau singkat juga menjadi kelemahan tersendiri.

Namun terlepas dari semua kekurangan yang ia tunjukkan, Sniper: Ghost Warrior 2 tetap membuktikan diri sebagai sebuah game FPS military shooter yang menarik untuk dijajal. Walaupun terlihat hambar, namun ada keasikan tersendiri ketika Anda berjuang untuk terus bersembunyi sekaligus juga menghabisi musuh-musuh yang berada dalam jangkauan tembak. Tidak jarang, pada beberapa kasus, tubuh Anda akan secara otomatis menahan nafas bersama dengan Anderson ketika berusaha menempatkan sang bidikan tepat di kepala target. Memang tidak istimewa, namun harus diakui, Sniper: Ghost Warrior 2 tetap menjadi sebuah game FPS yang menyenangkan.

Kelebihan

The epic battlefield of Sarajevo..
  • Beragam elemen yang harus diperhatikan ketika melakukan sniping
  • Desain setting, khususnya wilayah urban di daerah konflik – Sarajevo
  • AI companion yang cukup membantu
  • Health rapuh yang akan membuat Anda bermain lebih berhati-hati

Kekurangan

Seandainya saja CIty Interactive membubuhkan kill-cam yang lebih memanjakan mata, Sniper: Ghost Warrior 2 akan tampil lebih menarik.
  • Plot yang berakhir klise
  • CryEngine 3 yang tidak sesuai dengan ekspektasi
  • AI musuh yang tidak adaptif
  • Kill-cam yang kurang memberikan impact
  • Jarak checkpoint yang jauh
  • Waktu gameplay yang sangat singkat
  • Cut-scene yang kurang dramatis
Cocok untuk gamer: penggemar Sniper Elite V2 atau misi Chernobyl di Modern Warfare, penggemar military shooter

Tidak cocok untuk gamer: yang berharap ada ledakan besar, pesawat jatuh, dan laser dari angkasa setiap dua menit sekali.

sumber : http://jagatplay.com/2013/03/pc-2/review-sniper-ghost-warrior-2-satu-peluru-satu-nyawa/

0 komentar :

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys