Minggu, 22 September 2013

Home » » [review] DeadPool

[review] DeadPool

By Pladidus Santoso
July 4, 2013   ·   
 
Deadpool (1) 

Mengadaptasikan tokoh superhero menjadi karakter video game memang bukan perkara mudah. Tidak hanya sekedar beraksi menyelamatkan dunia dengan beragam aksi heroik penuh kehancuran dan pengorbanan, setiap superhero juga hadir dengan karakteristik kepribadian tertentu yang membuat masing-masing darinya unik. Hampir tidak ada dua superhero yang berbagi cara pandang, kepribadian, kisah, musuh, dan konflik yang serupa satu sama lain. Tidak hanya itu saja, di samping mereka yang hidup untuk membela kepentingan dunia, hadir kelompok lain yang disebut sebagai anti-hero, mereka yang tidak memiliki basis moral dan terbuka untuk menempuh jalur apapun untuk mencapai misi yang mereka emban. Di antara semua karakter dari dunia Marvel, Deadpool lah yang paling terkenal mengemban kepribadian seperti ini.

Deadpool memang merupakan karakter anti-hero yang terhitung unik. Tidak hanya diposisikan sebagai pembunuh yang efektif dan efisien, ia juga mengidap penyakit kejiwaan yang terhitung berat. Dengan halusinasi suara yang menjadi dialog antara sisi logis dan gila-nya, Deadpool juga dikenal sebagai satu dari sedikit karakter komik yang mampu menabrak “dinding keempat”, membuat dirinya senantiasa berinteraksi dengan para pembaca dan menyadari eksistensinya sebagai karakter komik. Kepribadian sulit inilah yang harus ditangani  oleh High Moon Studios ketika berencana untuk mengadaptasikan sosok kontroversial ini ke dalam video game. Preview kami memperlihatkan kesan yang positif, mengagumi fakta bahwa High Moon Studios mampu menghadirkan impresi pertama yang terhitung kuat untuk sosok Deadpool itu sendiri.

Lantas bagaimana dengan sisi gameplay-nya yang lain? Mengapa kami menyebutnya sebagai  game yang hanya menjual karakter semata? Kami akan mengupasnya lebih dalam di review yang satu ini.

Plot

Walaupun lahir dari program Weapon X yang serupa dengan yang ditempuh Wolverine, Deadpool tampil berbeda. Kutukan yang ia terima dari Thanos membuatnya hampir abadi.
Walaupun lahir dari program Weapon X yang serupa dengan yang ditempuh Wolverine, Deadpool tampil berbeda. Kutukan yang ia terima dari Thanos membuatnya hampir abadi.
Sebelum kita membahas game ini lebih dalam, ada baiknya kita membahas siapa sebenarnya Deadpool itu dan apa yang membuatnya berbeda dengan sosok superhero Marvel yang lain. Mengusung nama Wade Wilson sebagai jati diri utamanya, Deadpool merupakan hasil dari proyek rahasia Weapon X seperti yang terjadi pada sosok Wolverine. Selain gesit dan menguasai beragam senjata yang ada, kompleksitas hubungan romantis antara Deadpool – Death – Thanos berujung pada kekuatan baru untuk sosok “ninja” yang satu ini. Berbeda dengan kemampuan regenerasi ala Wolverine dan anggota Weapon X yang lain yang begitu terbatas, kutukan yang dilemparkan Thanos membuat Deadpool tak ubahnya “manusia abadi”. Ia dapat  menumbuhkan kembali anggota tubuh apapun yang hilang, termasuk kepala. Satu-satunya cara untuk membunuh Deadpool hanya dengan memastikan ia dihancurkan tanpa sisa, atau memaksa Thanos untuk mencabut kutukannya.

Dinding keempat sudah hancur sejak pertama kali Anda memainkan game yang satu ini. Bersettingkan di dalam sebuah video game yang diperankan oleh Deadpool dan dikembangkan oleh High Moon Studios, Deadpool menjalani petualangan pertamanya lewat sebuah misi sederhana – membunuh Chance White sesuai dengan skenario game yang ia terima dalam sebuah buku. Namun tidak sesederhana sekedar membabat target utama yang satu ini, Deadpool justru menemukan bahwa ada kekuatan lain yang bergerak di belakang White – yang tidak lain dan tidak bukan merupakan Mister Sinister.

Deadpool sudah menabrak dinding keempat sejak awal permainan. Ia diceritakan tengah terlibat dalam sebuah video game yang tengah dikembangkan oleh High Moon studios.
Deadpool sudah menabrak dinding keempat sejak awal permainan. Ia diceritakan tengah terlibat dalam sebuah video game yang tengah dikembangkan oleh High Moon studios.
Berburu White, Deadpool justru harus berhadapan dengan konspirasi lebih besar yang melibatkan Mr. Sinister.
Berburu White, Deadpool justru harus berhadapan dengan konspirasi lebih besar yang melibatkan Mr. Sinister.
Deadpool juga akan bertemu dengan beberapa rekan sejawatnya selama petualangan ini - termasuk sang karakter ikonik - Wolverine.
Deadpool juga akan bertemu dengan beberapa rekan sejawatnya selama petualangan ini – termasuk sang karakter ikonik – Wolverine.
Sempat bertemu dengan anggota X-Men dan sang sobat karib – Cable, Deadpool mempelajari rencana Mr. Sinister untuk menciptakan klon dirinya secara masif dan menyelamatkan dunia. Pertempuran panas yang berlangsung dengan beberapa anggota villain lain seperti Blockbuster, Archlight, dan Vertigo dan begitu banyak klon Mr Sinister bahkan cukup untuk membawa Deadpool berada di ujung nyawa. Ia bahkan sempat bertemu dengan kekasih yang tak mungkin ia miliki – Death beberapa kali selama menjalani misi “suci” ini. Kejam,brutal, kocak, dan penuh humor, Deadpool menjadikan pertempuran ini tak ubahnya sebuah piknik pantai.

Let the adventure begins!
Let the adventure begins!
Mampukah Deadpool menyelesaikan misi utamanya untuk menghancurkan Mr. Sinister? Bagaimana hubungannya dengan High Moon Studios selama bertempur dalam game yang diklaim dibuat dengan budget terbatas yang satu ini? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda temukan dengan memainkan Deadpool ini.

Gameplay yang Dangkal dan Repetitif

Tidak ada yang istimewa di sisi gameplay Deadpool. Ia tampil tak ubahnya sebuah game hack and slash standar, tanpa inovasi berarti.
Tidak ada yang istimewa di sisi gameplay Deadpool. Ia tampil tak ubahnya sebuah game hack and slash standar, tanpa inovasi berarti.

Seorang pembunuh yang efektif menggunakan senjata apapun untuk menghancurkan lawannya, High Moon Studios tentu saja tidak memiliki alternatif opsi selain mengadaptasikan mekanisme gameplay hack and slash untuk game yang satu ini. Dengan mekanik seperti ini, gamer tentu diharapkan dapat merasakan atmosfer pertempuran Deadpool yang sesungguhnya. Sayangnya, dengan minimnya inovasi yang ditawarkan, sisi gameplay ini justru terasa dangkal dan akhirnya menuju pada satu lubang jebakan yang fatal – atmosfer yang repititif. Kelemahan yang akhirnya menyeret Deadpool ke dalam jurang kualitas yang tidak berbeda dengan sebagian besar game hack and slash kelas dua yang bertebaran.

Diperkuat dengan dua serangan – light dan heavy attack seperti standar sebuah game hack  and slash, Anda memang dimungkinkan untuk mengkombinasikan kedua serangan ini menghasilkan damage seefektif mungkin. Untuk memastikan kombo Anda terus berjalan, Deadpool juga dapat melakukan counter-attack yang serupa dengan mekanik Batman: Arkham City. Musuh yang siap untuk menyerang Anda akan memperlihatkan sebuah tombol sederhana di atas kepala mareka. Dengan menekan tombol tersebut, Anda bisa melakukan serangan counter secara efektif, tidak hanya untuk menangkal serangan yang ada, tetapi juga membuka ruang untuk melancarkan kombinasi serangan selanjutnya. Anda juga akan disuguhi dengan bar HP untuk memperlihatkan sisa nyawa musuh yang masih harus Anda babat.

Diperkuat dengan dua jenis serangan yang dapat dikombinasikan, Deadpool juga dibekali dengan kemampuan counter yang serupa dengan mekanik Batman: Arkham City.
Diperkuat dengan dua jenis serangan yang dapat dikombinasikan, Deadpool juga dibekali dengan kemampuan counter yang serupa dengan mekanik Batman: Arkham City.
Ketika bar yang dibutuhkan penuh, Deadpool mampu mengeluarkan serangan spesial yang disebut Momentum Attack untuk menghasilkan damage signifikan untuk area yang lebih luas.
Ketika bar yang dibutuhkan penuh, Deadpool mampu mengeluarkan serangan spesial yang disebut Momentum Attack untuk menghasilkan damage signifikan untuk area yang lebih luas.
Selain serangan melee, Deadpool juga diperkuat dengan beragam senjata untuk serangan jarak jauh. Anda juga dapat mengkombinasikannya dengan serangan melee untuk mendapatkan kombo baru yang disebut Gunkatas.
Selain serangan melee, Deadpool juga diperkuat dengan beragam senjata untuk serangan jarak jauh. Anda juga dapat mengkombinasikannya dengan serangan melee untuk mendapatkan kombo baru yang disebut Gunkatas.
Deadpool juga akan diperkuat dengan beragam serangan spesial yang disebut sebagai Momentum Attack untuk mengirimkan damage melee dalam ruang yang lebih luas, dan tentu saja lebih mematikan. Bar Momentum Attack ini akan terisi penuh seiring dengan frekuensi kombo serangan melee yang Anda lontarkan. Sementara di sisi defensif, Deadpool dibekali dengan kemampuan evade berupa teleport yang tidak hanya membuatnya dapat bergerak lebih cepat, tetapi menghindari beragam serangan yang tidak bisa di-counter atau mengambil keuntungan tersendiri ketika berhadapan dengan lawan dalam jumlah yang besar. Tidak hanya serangan melee, Deadpool juga dibekali dengan senapa untuk serangan jarak jauh dan combo Gunkatas yang memperlihatkan aksi akrobatik sang anti-hero nyentrik ini.

Lantas apa yang membuatnya terasa dangkal dan repetitif? Fakta bahwa yang perlu Anda lakukan sepanjang permainan hanyalah menekan tombol serangan kuat, lemah, dan mengkombinasikannya dengan beberapa kali evade dan senapan untuk menghancurkan setiap musuh yang ada. Tidak ada musuh yang menuntut Anda untuk menempuh strategi atau gaya bertarung khusus untuk dapat dikalahkan. Kesan repetitif muncul dari desain musuh serupa yang terus muncul berkali-kali dan bahkan hadir dalam bentuk gelombang. Tidak ada variasi yang berarti, seperti yang Anda rasakan juga di animasi serangan milik Deadpool sendiri. Ketika pertama kali menjajalnya dan mencicipi tajamnya katana yang ia hunuskan lewat beragam kombo dan serangan momentum, perlahan namun pasti, Anda akan mulai merasa bosan dengan minimnya animasi serangan yang ditawarkan. Satu-satunya yang mampu mengatasi kebosanan ini hanyalah animasi stealth-kill brutal yang siap untuk memanjakan mata Anda.

"Stealth"
“Stealth”
Dangkal dan repetitif, Anda akan bertemu dengan varian serangan dan musuh yang itu-itu saja.
Dangkal dan repetitif, Anda akan bertemu dengan varian serangan dan musuh yang itu-itu saja.
Fitur yang mulai menjadi standar sebagian besar game saat ini: character progression. Anda bisa membuka senjata baru, serangan yang lebih mematikan, dan tentu saja memperkuat Deadpool itu sendiri.
Fitur yang mulai menjadi standar sebagian besar game saat ini: character progression. Anda bisa membuka senjata baru, serangan yang lebih mematikan, dan tentu saja memperkuat Deadpool itu sendiri.
Sebagian besar game saat ini memang menawarkan character progression sebagai elemen untuk membuat gamer merasa lebih terikat dengan karakter utama yang ditawarkan oleh developer. Hal yang serupa ini juga disuntikkan High Moon Studios untuk Deadpool. Mengumpulkan poin yang cukup dari bertempur dan mengalahkan musuh yang ada, Anda berkesempatan untuk menjadikan Deadpool lebihn kuat dan mematikan. Dengan “mata uang” yang satu ini, Anda dimungkinkan untuk membuka ragam senjatan yang lebih luas, memberikan efek tersendiri terhadap senjata yang sering Anda gunakan, dan tentu saja memperkuat sosok Deadpool sendiri. Dengan terbukanya pilihan, Anda bisa menyelesaikan game ini sesuai dengan gaya bermain Anda sendiri.

Dari sisi gameplay, Deadpool sama sekali tidak menawarkan keistimewaan apapun, bahkan terasa sangat dangkal dan repititif. Membabat setiap musuh dengan menekan kombinasi tombol yang ada secepat mungkin tanpa strategi, dengan varian animasi gerakan dan desain musuh yang terbatas, atmosfer monoton terasa kentara di sisi yang satu ini.

Hanya Menjual Sang Karakter Utama – Deadpool!

Dengan kegagalan di sisi gameplay, tampuk tanggung jawab kualitas kini hanya terletak pada kemampuan High Moon untuk mempresentasikan kerpibadian unik Deadpool ke dalam game. Sesuatu yang berhasil mereka lakukan dengan baik.
Dengan kegagalan di sisi gameplay, tampuk tanggung jawab kualitas kini hanya terletak pada kemampuan High Moon untuk mempresentasikan kerpibadian unik Deadpool ke dalam game. Sesuatu yang berhasil mereka lakukan dengan baik.
Jika tidak mampu menghadirkan mekanik gameplay yang berkesan, apakah High Moon Studios terhitung gagal untuk melemparkan sebuah game Deadpool yang menarik? Tanggung jawab ini kini terletak hanya pada satu pundak – kemampuan High Moon untuk mengadaptasikan karakter Deadpool yang selama ini mampu menarik hati basis fans Marvel yang masif. Untuk urusan yang satu ini, acungan dua jempol pantas untuk diarahkan kepada High Moon.

Karakteristik menabrak dinding keempat bahkan sudah mampu diciptakan dengan sangat baik sejak awal permainan. Deadpool yang menyadari bahwa dirinya berada dalam video game dan secara konsisten mengeluarkan guyonan yang ditujukan secara langsung kepada gamer (kita) yang tengah memainkannya sudah menutup salah satu identitas utamanya. Selanjutnya? Tinggal menyuntikkan humor yang melekat dengan karakter yang satu ini, sesuatu yang kembali berhasil dihadirkan oleh High Moon. Dua kepribadian yang secara konsisten berkomunikasi di dalam kepala Deadpool dan sikapnya yang mata keranjang memang membuat game yang satu ini terasa lebih menyegarkan.

Menabrak dinding keempat sejak awal permainan, Deadpool juga sering melontarkan humor dan parodi yang mungkin tidak asing lagi bagi para gamer.
Menabrak dinding keempat sejak awal permainan, Deadpool juga sering melontarkan humor dan parodi yang mungkin tidak asing lagi bagi para gamer.
Shoryuken!!
Shoryuken!!
Game mana lagi yang memungkinkan Anda untuk menampar Wolverine seenak jidat? Hanya Deadpool yang mampu melakukannya.
Game mana lagi yang memungkinkan Anda untuk menampar Wolverine seenak jidat? Hanya Deadpool yang mampu melakukannya.
I'm laughing hard at this...
I’m laughing hard at this…
Bagian terbaiknya? Bahwa High Moon juga berhasil menghadirkan beberapa parodi yang menggelitik, dari tercetusnya ucapan “Shoryuken” dari mulut Deadpool, lelucon tentang QTE tak mungkin diselesaikan, hingga kesempatan untuk menampar Wolverine – sosok yang ditakuti sebanyak yang kita inginkan. High Moon seolah mengerti bahwa tidak ada batas yang “tidak pantas” untuk sosok Deadpool yang memang tergolong gila ini dan tidak segan untuk melemparkan kreativitas mereka di sisi cerita. Namun sayangya, tidak ada konsistensi efek ini di sisi gameplay. Sempat bertemu dengan dunia 8 bit dan gameplay side-scrolling yang menyegarkan, Deadpool justru terjebak menjadi sebuah game hack and slash standar di ujung-ujung permainan.

Kesimpulan

Deadpool (137)
Lelucon High Moon Studios tentang “kekurangan budget” yang terus mengalun di sepanjang permainan tidak menjadi justifikasi yang pantas untuk meninggalkan sisi gameplay begitu saja dan terus mengeksploitasi elemen yang sama secara berulang-ulang. Deadpool akan tampil menarik bagi gamer yang memang sudah mengenal sosoknya di semesta Marvel sebelumnya, namun untuk mereka yang mengejar sebuah game hack and slash yang berkualitas, High Moon gagal menawarkan keistimewaan yang membuatnya pantas untuk dilirik.
Sebuah kemenangan untuk para fans yang menginginkan adaptasi yang pantas untuk sosok Deadpool yang dicintai di dunia komik, ini tampaknya menjadi kesimpulan yang cocok untuk mendeskripsikan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh game racikan High Moon Studios yang satu ini. Mengerti dan memahami kekuatan dari sosok anti-hero nyentrik ini, High Moon seolah tidak segan untuk melemparkan ide apapun yang muncul di otak mereka untuk menciptakan karakteristik dan identitas Deadpool yang memang unik. Menabrak dinding keempat sejak awal permainan dan berbagi humor dan parodi dan menggelitik, mereka berhasil mengadaptasikan sosok Deadpool yang selama ini memang memiliki basis fansnya tersendiri. Namun sayangnya, hanya itu nilai jual satu-satunya.

Tidak ada yang istimewa di sisi gameplay, bahkan terkesan dangkal dan repetitif, ada beberapa catatan yang pantas untuk diperhatikan dan gagal dimanfaatkan oleh High Moon untuk menciptakan sebuah game Deadpool yang lebih menarik. Kehadiran beberapa karakter X-Men yang hanya sekedar lewat tanpa peran yang terhitung signifikan tentu saja sangat disayangkan. Keputusan High Moon untuk menyertakan sosok villain yang tidak terlalu populer seperti Archlight atau Vertigo sebagai boss yang harus dihadapi juga menjadi kelemahan tersendiri. Hal ini diperparah dengan jalinan plot yang klise dan tidak menggugah. Semua hal ini membuat Deadpool jatuh tak ubahnya game-game hack and slash kelas dua di sisi gameplay.

Lelucon High Moon Studios tentang “kekurangan budget” yang terus mengalun di sepanjang permainan tidak menjadi justifikasi yang pantas untuk meninggalkan sisi gameplay begitu saja dan terus mengeksploitasi elemen yang sama secara berulang-ulang. Deadpool akan tampil menarik bagi gamer yang memang sudah mengenal sosoknya di semesta Marvel sebelumnya, namun untuk mereka yang mengejar sebuah game hack and slash yang berkualitas, High Moon gagal menawarkan keistimewaan yang membuatnya pantas untuk dilirik.

Kelebihan

Masih Deadpool yang selama ini dikenal oleh para penggemarnya.
Masih Deadpool yang selama ini dikenal oleh para penggemarnya.
  • Identitas Deadpool yang tetap dipertahankan
  • Humor yang menggelitik
  • Kesempatan untuk memperkuat Deadpool
  • Animasi serangan stealth yang brutal

Kekurangan

Jika saja High Moon Studios menyuntikkan plot yang kuat dan menggugah untuk seri yang satu ini.
Jika saja High Moon Studios menyuntikkan plot yang kuat dan menggugah untuk seri yang satu ini.
  • Plot yang kurang kuat
  • Gagal mengeksploitasi kehadiran superhero yang lain dalam game
  • Mekanik gameplay yang terkesan dangkal dan repetitif
  • Replayability yang sangat rendah
  • Animasi dan kombinasi serangan yang minim
Cocok untuk gamer: penggemar Deadpool, membutuhkan game action dengan humor dan karakter unik
Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan game hack and slash yang kompleks dan menantang, yang menginginkan game action yang serius

sumber : http://jagatplay.com/2013/07/xbox/review-deadpool-hanya-menjual-karakter/

1 komentar :

papoyz mengatakan...

keren banget asli!

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys