Rabu, 05 November 2014

Home » » [review] Middle Earth : Shadow of Mordor

[review] Middle Earth : Shadow of Mordor

By Pladidus Santoso
October 8, 2014   ·   
 
Shadow of Mordor JagatPlay (32)
Add caption

Lords of the Rings boleh terbilang sebagai salah satu karya yang seringkali diadaptasikan oleh industri hiburan modern. Semesta kompleks yang diciptakan Tolkien ini tidak hanya dilahirkan kembali dalam wujud sebuah film Hollywood berbudget besar yang epik, tetapi juga video game. Menariknya lagi, pendekatan berbeda terus dilakukan, melahirkan varian game Lords of the Rings dari beragam genre, dari sekedar action hack and slash, RPG, MMO, hingga MOBA sekalipun. Pendekatan baru ditawarkan oleh developer dari seri game FPS ternama F.E.A.R – Monolith. Lewat proyek Middle-earth: Shadow of Mordor, mereka menjajal sebuah konsep Lords of the Rings yang berbeda dan unik di saat yang sama.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya sedikit gambaran tentang konsep seperti apa yang ditawarkan oleh Shadow of Mordor ini. Dilepas begitu saja di medan pertempuran Mordor yang berbahaya, gamer memang sudah diberi kebebasan untuk melakukan eksplorasi dengan optimal sejak awal permainan. Mekanik pertempuran yang intuitif dan mungkin terasa familiar untuk gamer yang sempat menjadi seri Batman Arkham di masa lalu menjadi nilai jual tersendiri. Didukung dengan kualitas visual yang cukup memanjakan mata, Shadow of Mordor berhasil menawarkan kesan pertama yang begitu kuat. Apalagi implementasi Nemesis System-nya yang terhitung luar biasa.

Lantas, bagiamana dengan performa game ini secara keseluruhan? Mengapa kami menyebutnya sebagai salah satu game open-world terbaik? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda akan berperan sebagai Talion, seorang Ranger dari Gondor yang ditugaskan menjadi Black Gate.
Anda akan berperan sebagai Talion, seorang Ranger dari Gondor yang ditugaskan mengawasi Black Gate.
Selamat datang di Mordor, dimana keputusasaan, kegelapan, dan kematian menjadi satu-satunya jalan untuk “menikmati” hari. Tidak ada yang lebih mengerti konsep ini tampaknya, selain Talion – seorang Ranger dari Gondor yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Black Gate. Middle-earth memang tengah berada dalam kondisi berbahaya setelah Sauron, perlahan namun pasti, mulai menghimpun kekuatan pasukan baru yang sebagian besar berisikan para Orc dan Uruk Hai. Malang nasib bagi Talion, ini juga menjadi akhir dari hidup bahagianya.

Menjadi target serangan dari tiga orang petinggi pasukan Sauron – The Black Captains yang beranggotakan Hammer of Sauron, Tower of Sauron, dan Black Hand of Sauron, Talion harus berjuang untuk memastikan dua orang yang paling ia cintai, sang istri – Loreth dan anak – Dirhael selamat dari invasi mengejutkan yang satu ini. Talion dikurbankan dalam sebuah ritual untuk memanggil raja para Elf – Celebrimbor yang akan memiliki peran signifikan untuk membantu perang yang dikobarkan Sauron. Namun alih-alih bergabung dengan The Black Captain, Celebrimbor justru merasuk ke dalam tubuh Talion, membuatnya selamat dari kematian. Namun sebagai konsekuensinya, Celebrimbor pun kehilangan ingatan masa lalunya. Tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa Sauron begitu menginginkan dirinya.

Diserang oleh tiga komandan tinggi Sauron, Talion harus melihat sang anak dan istri tercinta tewas di depan mata. Ia juga nyaris menjadi korban ritual untuk memanggil sang raja Elf - Celebrimor.
Diserang oleh tiga komandan tinggi Sauron, Talion harus melihat sang anak dan istri tercinta tewas di depan mata. Ia juga nyaris menjadi korban ritual untuk memanggil sang raja Elf – Celebrimbor.

Namun alih-alih memasuki raga The Black Hand of Sauran, Celebrimbor justru terjebak di tubuh Talion dan menyelamatkannya dari kematian.
Namun alih-alih memasuki raga The Black Hand of Sauron, Celebrimbor justru terjebak di tubuh Talion dan menyelamatkannya dari kematian.
Berbagi satu tubuh yang sama, baik Talion dan Celebrimbor pun berangkat menunaikan tugas suci mereka. Misi utama Talion sudah begitu jelas, mencari para The Black Captains dan menghabisi ketiga-tiganya. Sementara Celebrimbor berusaha menemukan kembali identitas dirinya dan tentu saja alasan, mengapa ia terlihat dan terdengar begitu signifikan bagi rencana Sauron untuk menguasai Middle-Earth.

Kedua jiwa berbeda dalam satu tubuh ini pun berusaha menaklukkan Mordor dengan agenda mereka masing-masing. Talion berfokus pada misi balas dendam.
Kedua jiwa berbeda dalam satu tubuh ini pun berusaha menaklukkan Mordor dengan agenda mereka masing-masing. Talion berfokus pada misi balas dendam.
Sementara Celebrimbor hendak mencari siapa ia sebenarnya dan mengapa Sauron sangat tertarik dengannya.
Sementara Celebrimbor hendak mencari tahu siapa ia sebenarnya dan mengapa Sauron sangat tertarik dengannya.
Namun perjuangan mereka tentu saja tidak akan mudah. Ribuan pasukan Orc dan Uruk Hai sudah menunggu, menjadi penghalang antara Talion dan The Black Hand of Sauron.

Lantas, mampukah Talion menyelesaikan misi balas dendamnya? Siapa pula Celebrimbor ini dan mengapa ia begitu penting di mata Sauron? Ancaman seperti apa yang harus mereka hadapi di sepanjang perjalanan? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut tentu saja bisa Anda jawab dengan memainkan Shadow of Mordor ini.


Batman Arkham ala Mordor

Mekanik pertarungan Shadow of Mordor bisa dibilang serupa dengan sistem ala Batman Arkham dari Rocksteady Studios.
Mekanik pertarungan Shadow of Mordor bisa dibilang serupa dengan sistem ala Batman Arkham dari Rocksteady Studios.
Ketika pertama kali diperkenalkan kepada publik, dengan sedikit elemen gameplayn yang diperlihatkan via video demo, Shadow of Mordor memang sempat dituduh sebagai “tiruan” Assassin’s Creed. Animasi gerak Talion yang bergerak mengendap sembari membunuh para Orc dengan beragam gaya sinematik dianggap menyontek franchise andalan Ubisoft tersebut. Tuduhan pencurian aset bahkan sempat disematkan, namun dibantah oleh Monolith sendiri. Lantas benarkah hal tersebut? Bagi gamer yang sudah mencicipi Shadow of Mordor, alih-alih disebut sebagai klon Assassin’s Creed, ia justru menawarkan mekanik gameplay yang lebih melekat pada franchise racikan Rocksteady Studios – Batman Arkham. Anda yang sempat mencicipi Arkham Asylum atau Arkham City akan dengan mudah menguasai mekanik pertempuran ini.

Melancarkan serangan yang efektif dan counter ketika dibutuhkan menjadi kunci permainan.
Melancarkan serangan yang efektif dan counter ketika dibutuhkan menjadi kunci permainan.
Berhasil menyentuh angka HIt Streak tertentu, Talion bisa mengakses serangan pemungkas yang akan membunuh Uruks dan Orc manapun secara instan. Tentu saja, dengan ekstra animasi sinematik yang super brutal.
Berhasil menyentuh angka HIt Streak tertentu, Talion bisa mengakses serangan pemungkas yang akan membunuh Uruks dan Orc manapun secara instan. Tentu saja, dengan ekstra animasi sinematik yang super brutal.
Talion menjadikan pedang sebagai ujung tombak-nya menaklukkan Mordor. Menyerang lewat sistem kombo beruntut, Anda juga bisa melakukan counter jika musuh berusaha menyerang dari belakang. Terlihat jelas dalam bentuk indikator yang muncul di atas kepala mereka, Talion akan sesegera mungkin menghentikan serangan dan menyerang balik dengan animasi yang bergerak halus. Ketika mencapai jumlah hit streak tertentu, Talion punya kesempatan untuk melancarkan serangan Finisher berbentuk sebuah animasi eksekusi brutal yang akan membunuh Orc atau Uruk Hai manapun secara instan. Menjalin kombo panjang, diselingi serangan finisher, sembari memastikan diri tidak “makan” serangan akan jadi inti permainan. Namun tentu saja tidak akan berjalan semudah yang dibayangkan. Seiring dengan progress cerita, varian Uruk Hai yang lebih tangguh dan butuh strategi tertentu untuk dibunuh akan muncul.

Anda selalu punya opsi untuk mengatasi ancaman secara diam-diam. Anda bisa membunuh mereka dengan "sopan".
Anda selalu punya opsi untuk mengatasi ancaman secara diam-diam. Anda bisa membunuh mereka dengan “sopan”.
Atau secara brutal untuk membuat Orc dan Uruks di sekitar kawasan ketakutan dan lari tunggang langgang..
Atau secara brutal untuk membuat Orc dan Uruks di sekitar kawasan ketakutan dan lari tunggang langgang.
Tentu saja, Anda tetap punya kesempatan untuk menempuh perjalanan di Mordor ini dengan pendekatan yang lebih minim resiko. Benar sekali, kita tengah membicarakan pendekatan stealth yang tentu saja wajib untuk game-game seperti ini. Mengendap dan menyerang dari belakang, Anda punya dua opsi untuk membuat fungsi ini berhasil – Kill atau Brutalize. Kill seperti halnya game stealth kebanyakan, akan meminta Talion mengeksekusi musuh sehening mungkin, membuatnya bisa bergerak tanpa banyak ketahuan. Sementara Brutalize hadir dengan pendekatan yang berbeda. Walaupun Anda tetap bisa membunuh mereka secara instan, Brutalize justru didesain menghasilkan suara yang keras untuk menumbuhkan status “Fear” pada musuh. Orc dan Uruk Hai yang merasa “takut” akan kabur dari area secara instan, meminimalisir ancaman. Namun sebagai resikonya, ia berpotensi mengundang lebih banyak musuh dari area di luar efek Brutalize itu sendiri.

Jika Talion-lah yang berperang terbuka melawan para Orc dan Uruk Hai, lantas apa peran Celebrimbor dalam perang suci mereka ini? Sayangnya tidak banyak. Celebrimbor tidak diposisikan sebagai karakter petarung atau karakter kedua yang bisa Anda gunakan secara bebas untuk bertarung. Ia hanya akan muncul dalam beberapa kondisi tertentu. Celebrimbor akan memungkinkan Talion untuk melancarkan kombo serangan yang lebih cepat dan mematikan jika berhasil melemparkan status “Stun” pada musuh. Di sisi lain, Talion juga akan otomatis dirasuki arwah Elf ini secara total ketika masuk ke dalam mode panah. Celebrimbor mampu melambatkan waktu, memberikan Anda kesempatan lebih tinggi untuk melemparkan panah “gaib” Anda dengan efek yang lebih fatal. Selain kedua fungsi di mode pertarungan ini, Celebrimbor juga memainkan peranan yang cukup penting di mode eksplorasi.

Celebrimbor berperan lebih penting di mode eksplorasi, menawarkan efek tak ubahnya Eagle Vision dari Assassin's Creed.
Celebrimbor berperan lebih penting di mode eksplorasi, menawarkan efek tak ubahnya Eagle Vision dari Assassin’s Creed.
Ia tentu saja memungkinkan Talion untuk mengakses beberapa kemampuan Wraith dalam bertarung.
Ia tentu saja memungkinkan Talion untuk mengakses beberapa kemampuan Wraith dalam bertarung.
Sistem "buka Tower" yang tampaknya kian sulit dipisahkan dari game-game open world saat ini.
Sistem “buka Tower” yang tampaknya kian sulit dipisahkan dari game-game open world saat ini.
Anda bisa mengasosiasikannya dengan mode “Eagle Vision” milik para Assassin dari Assassin’s Creed, kesimpulan inilah yang bisa ditarik dari peran utama Celebrimbor sebenarnya. Masuk ke dalam Wraith World, ia akan bisa melacak dan memperlihatkan posisi para musuh di sekitar Anda tanpa dibatasi dunia fisik, dan membantu mengidentifikasi diri mereka jika diperlukan. Sebagai game yang mengakar pada genre open-world, Shadow of Modor memang harus diakui “mencontek” sedikit sistem yang pertama kali diperkenalkan seri Assassin’s Creed sebelumnya. Benar sekali, sistem Tower juga diusung game yang satu ini. Anda bisa membuka lebih banyak side mission di sekitar wilayah Anda dengan memanjat tower yang hanya bisa dilihat Celebrimbor dan mengaktifkannya di puncak. Untungnya, jumlahnya sendiri tidak terlalu masif.

Untuk akumulasi experience points dalam jumlah tertentu, Anda akan bisa mengaktifkan atau memperkuat skill milik Talion, baik dari kemampuan pedang atau Wraith.
Untuk akumulasi experience points dalam jumlah tertentu, Anda akan bisa mengaktifkan atau memperkuat skill milik Talion, baik dari kemampuan pedang atau Wraith.
Dengan "mata uang" lain bernama Mirian, Anda bisa membuka slot Rune senjata atau memperkuat atribut Talion itu sendiri.
Dengan “mata uang” lain bernama Mirian, Anda bisa membuka slot Rune senjata atau memperkuat atribut Talion itu sendiri.
Bertarung dengan begitu banyak Orc dan Uruk Hai, sekaligus dituntut untuk menyelesaikan beragam side mission dan main mission yang berpengaruh langsung pada progress cerita yang ditawarkan, Talion tentu saja harus memperkuat dirinya sendiri. Anda bisa mengumpulkan sejumlah experience points yang jika terakumulasi dalam jumlah tertentu, akan berwujud Skill Points yang bisa disematkan untuk memunculkan varian aksi baru untuk Talion itu sendiri. Pohon skill-nya sendiri terbagi menjadi dua kubu sama besar – yang berfokus pada kemampuan Talion pribadi atau fungsi Wraith-nya yang memesona. Tidak hanya experience points, beberapa side mission juga akan menghadiahi “mata uang” bernama Mirian. Anda memang tidak bisa berbelanja equipment di game ini, namun Mirian punya fungsi lain untuk memperkuat Talion. Berbeda dengan Skill Points, Mirian bisa digunakan untuk menguatkan atribut tertentu pada Talion atau membuka lebih banyak slot Rune di senjata miliknya. Rune? Tenang saja, kita akan membicarakan elemen yang satu ini di part selanjutnya.

Sistem battle yang intuitif, beragam side mission yang ditawarkan, serta sense of progress yang kuat, sebagian besar dari Anda mungkin sudah jatuh hati dengan Shadow of Mordor di titik ini. Namun tunggu dulu, ketiga alasan ini tidak cukup untuk menjadikannya pantas disebut sebagai salah satu game open-world terbaik di pasaran. Kita masih belum menyentuh sang nilai jual utama – Nemesis System.

Nemesis System

Bagian terbaik dari Shadow of Mordor? Tentu saja mekanik inovatifnya - Nemesis System.
Bagian terbaik dari Shadow of Mordor? Tentu saja mekanik inovatifnya – Nemesis System.
Untuk menghasilkan sensasi kepahlawanan yang lebih optimal, video game memang seringkali lebih berfokus hanya pada si karakter utama saja dan melihat semua karakter lain (selain NPC yang punya perang signifikan dalam cerita, tentu saja) sebagai pendukung untuk memunculkan efek heroic tersebut. Hasilnya? AI seringkali muncul sebagai penghambat tidak signifikan, yang tidak punya kepribadian cukup kuat, dan mudah untuk ditundukkan. Namun tidak dengan Shadow of Mordor ini. Monolith memutuskan untuk menyuntikkan IP baru mereka ini tidak hanya dengan mekanik open world dan sistem pertempuran ala Batman Arkham, tetapi juga inovasi baru bernama “Nemesis System”. Sebuah mekanik baru yang sudah digembar-gemborkan sejak awal pengenalan game ini dan harus diakui, berhasil dieksekusi dengan sangat manis.

Persinggungan Anda dengan para Uruk level tinggi akan menghasilkan hubungan tertentu. Mereka akan mengenali Anda dan membawa bekas luka yang mungkin sempat tercipta di pertarungan sebelumnya.
Persinggungan Anda dengan para Uruk level tinggi akan menghasilkan hubungan tertentu. Mereka akan mengenali Anda dan membawa bekas luka yang mungkin sempat tercipta di pertarungan sebelumnya.
Para Uruks ini juga bisa saling bertempur dan memperebutkan kekuasaan, membuat medan pertempuran menjadi dinamis.
Para Uruks ini juga bisa saling bertempur dan memperebutkan kekuasaan, membuat medan pertempuran menjadi dinamis.
Lantas apa itu Nemesis System? Anda bisa menyimpulkannya sebagai sebuah mekanisme AI dinamis yang mampu membangun hubungan khusus lewat aksi dan reaksi dengan Talion di sepanjang permainan. Para Orc ini bukanlah sekedar tubuh tanpa kepribadian yang muncul sekedar sebagai sasaran tusukan pedang Anda, mereka dapat tumbuh dan memiliki kepribadian mereka sendiri. Orc yang gagal Anda bunuh dan lari dari pertempuran ketika bertarung dengan Anda, misalnya, akan mengenali Anda ketika bertemu kembali. Tidak hanya percakapan unik yang tercipta, tetapi juga membawa bekas luka dari pertempuran sebelumnya. Nemesis System tidak hanya terjadi antara Anda dan musuh saja. Para Orc dan Uruk Hai yang berada di level tinggi juga akan saling menyerang, berebut kekuasaan, dan berusaha menguasai yang lain. Hasilnya? Sebuah medan pertempuran yang tampil begitu dinamis. Inilah Nemesis System.

Kematian adalah sesuatu yang fatal. Setiap Uruks yang berhasil "membunuh" Anda akan naik pangkat, lebih kuat, dan memiliki pengikutnya sendiri.
Kematian adalah sesuatu yang fatal. Setiap Uruks yang berhasil “membunuh” Anda akan naik pangkat, lebih kuat, dan memiliki pengikutnya sendiri.
Nemesis System juga membuat setiap kematian yang Anda alami menjadi mimpi buruk tersendiri. Anda memang akan “dilahirkan kembali” di Tower terdekat, namun situasi pertempuran akan berubah. Setiap Uruk atau Orc yang berhasil melemparkan serangan terakhir di tubuh Anda akan mendapatkan penghargaan jabatan yang lebih tinggi dan tentu saja, pengaruh Power yang lebih kuat. Ini berarti ia akan menjadi komando untuk lebih banyak kelompok Uruk dan menghadirkan ancaman yang lebih berbahaya untuk aksi Anda. Semakin sering Anda mati, semakin banyak pula Captain yang harus Anda habisi.

Anda tidak bisa asal menyerang Uruks pangkat tinggi dengan membabi buta. Mereka memiliki kekuatan, kelemahan, dan kekuatan mereka sendiri-sendiri. yang tentu saja, harus dieksploitasi.
Anda tidak bisa asal menyerang Uruks pangkat tinggi dengan membabi buta. Mereka memiliki kekuatan, kelemahan, dan ketakutan mereka sendiri-sendiri. yang tentu saja, harus dieksploitasi.
Butuh strategi untuk meminimalisir resiko yang bisa terjadi.
Butuh strategi untuk meminimalisir resiko yang bisa terjadi.
Menyerang secara frontal tanpa perencanaan? Shit..shit..shit..shit..
Menyerang secara frontal tanpa perencanaan? Shit..shit..shit..shit..
Para Uruk ini mungkin terlihat bodoh, namun bukanlah sebuah tantangan yang bisa Anda selesaikan dengan hanya sekedar menyabet pedang membabi-buta. Setiap Uruk level tinggi akan memiliki statusnya sendiri-sendiri, termasuk kekuatan, kelemahan, dan sumber ketakutan terbesar. Anda dituntut untuk mempelajari setiap aspek yang satu ini untuk mencari cara membunuh yang paling efektif dan minim bahaya. Mengapa? Karena bertarung secara frontal bisa berakhir bencana. Tidak hanya fakta bahwa mereka sulit untuk ditundukkan, tetapi juga puluhan pasukan Uruk lain yang siap mengepung dan menghancurkan tubuh Anda tanpa ampun.  Informasi adalah kekuatan di Shadow of Mordor, sekaligus menjadi kunci utama untuk memastikan aksi Anda justru tidak berbalik melawan Anda seperti layaknya bumerang. Terlalu banyak tewas di tangan Captain atau Warchief yang sama? Mereka akan kian menguat di luar perkiraan Anda.

Anda akan mendapatkan Rune, semacam sistem buff permanen untuk senjata Talion dari setiap petinggi Uruks yang berhasil Anda tundukkan.
Anda akan mendapatkan Rune, semacam sistem buff permanen untuk senjata Talion dari setiap petinggi Uruks yang berhasil Anda tundukkan.
Anda juga bisa mengumpulkan "Power" dari sini. Power adalah mata uang terpisah untuk membuka kunci akses Talion ke skill level yang lebih tinggi.
Anda juga bisa mengumpulkan “Power” dari sini. Power adalah mata uang terpisah untuk membuka kunci akses Talion ke skill level yang lebih tinggi.
Muncul sebagai side-mission, setiap Captain atau bahkan para Uruks di level tertinggi – Warchief, menjadi sumber buruan yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Untuk setiap musuh level tinggi yang Anda bunuh, Anda akan mendapatkan dua tambahan ekstra elemen untuk memperkuat Talion dan mempermudah perjalanannya di masa depan – Power dan Rune. Power adalah “mata uang” lain yang hanya bisa dikumpulkan dari membunuh para petinggi Uruks ini. Ia bisa disebut sebagai pintu gerbang untuk mengakses skill lebih tinggi untuk Talion. Seperti halnya experience points, Anda bisa menggunakan dan memilih lebih banyak alternatif skill tinggi ketika berhasil mengumpulkan Power dalam jumlah tertentu. Sementara Rune berfungsi sebagai buff permanen untuk tiga senjata yang Anda miliki – pedang, panah, dan dagger. Efeknya dan tingkat kelangkaannya sendiri beragam dan akan menyuntikkan keuntungan bagi Talion. Sebagai contoh? Rune langka untuk Dagger bisa membuat Talion tahan terhadap status “Poison” secara permanen, misalnya.

DIdn't you die before?
Didn’t you die before?
Namun sayangnya, Nemesis System juga memperlihatkan sebuah kelemahan yang cukup mengacaukan pengalaman bermain yang ada. Ada kalanya Anda bertemu dengan karakter Orc dan Uruk Hai yang sama berulang-ulang kali, terlepas dari fakta bahwa Anda cukup yakin mereka sudah tewas di pertemuan yang terakhir. Bagaimana mereka bisa selamat dari gerakan finisher dengan kepala yang terpotong, jantung yang tertusuk, atau leher yang bocor dari tusukan pedang? Tidak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti. Entah karena alasan apa, mereka terlihat baik-baik saja. Masalah lain ada pada kepribadian para Captain yang Anda temukan. Menarik di awal-awal pertemuan, Anda akan mulai menemukan repetisi dialog, voice acts, dan skenario ketika berada di tengah progress permainan. Namun konten yang disuntikkan Monolith sendiri terhitung cukup kaya untuk membuat Anda terus tertarik.

Banyak Jalan Menuju Roma

Menghancurkan pasukan Sauron, apalagi yang berada di level tinggi, bukan perkara mudah. Daripada bertarung secara frontal, ada cara lain yang lebih cerdas.
Menghancurkan pasukan Sauron, apalagi yang berada di level tinggi, bukan perkara mudah. Daripada bertarung secara frontal, ada cara lain yang lebih cerdas.
Nemesis System adalah nilai jual Shadow of Mordor, ini menjadi sebuah fakta yang tidak bisa lagi ditawar. Namun ada satu hal yang membuat sistem ini terasa kian istimewa. Benar sekali, kebebasan. Alih-alih menjadikan setiap pertempuran epik ini sebagai sebuah skenario yang sudah ditentukan sejak awal (tentu saja di luar misi cerita utama), Monolith memastikan Anda cukup banyak alternatif untuk membantai jajaran heirarki pasukan Sauron ini dengan gaya Anda sendiri. Bertempur terbuka sembari memastikan pedang Anda mencabut lebih banyak nyawa Orc dan Uruk? Tentu saja bisa. Namun ada cara-cara “cerdas” lain yang lebih menarik untuk ditempuh.

Dengan menggunakan skill bernama Brand, Anda bisa membuat Orc atau Uruks bertarung bersama dengan Anda sebagai ally.
Dengan menggunakan skill bernama Brand, Anda bisa membuat Orc atau Uruks bertarung bersama dengan Anda sebagai ally.
Tidak hanya berlaku di level rendah, Anda juga bisa melakukan ini di Uruks level tinggi. Anda bisa meminta mereka menunggu hingga momen yang tepat sebelum beraksi, atau memerintah mereka menyerang kelompok Uruks yang lain.
Tidak hanya berlaku di level rendah, Anda juga bisa melakukan ini di Uruks level tinggi. Anda bisa meminta mereka menunggu hingga momen yang tepat sebelum beraksi, atau memerintah mereka menyerang kelompok Uruks yang lain.
Brand, inilah kemampuan ekstra yang ditawarkan oleh Celebrimbor. Alih-alih membuat musuh yang Anda temui berakhir menjadi mayat busuk Mordor yang tak banyak berguna, Celebrimbor memungkinkan Anda untuk membangun pasukan Orc dan Uruk Anda sendiri lewat kemampuan Brand ini. Dapat dieksekusi sebagai bagian finisher setelah menggunakan serangkaian combo atau sebagai bentuk serangan stealth, inti dari Brand adalah mengkonversi Orc dan Uruk yang Anda temui menjadi Ally. Di level prajurit rendahan, proses ini akan menjadi penyeimbang dari kuantitas musuh yang terkadang memang terlihat berlebihan. Anda akan bisa menikmati pertempuran yang jauh lebih mudah jika Anda mendapatkan bantuan tenaga dari para Orc dan Uruks yang sudah Anda kuasai terlebih dahulu.

My little army..
My little army..
Ada kepuasan tersendiri melihat jajaran pasukan Sauron kini berada dalam genggaman Anda.
Ada kepuasan tersendiri melihat jajaran pasukan Sauron kini berada dalam genggaman Anda.
Anda juga bisa meratakan semuanya jika niat.
Anda juga bisa meratakan semuanya jika niat.
Tidak ada cara yang lebih efektif untuk menguasai sebuah heirarki, selain menggerogotinya dan menghancurkannya dari dalam. Brand juga bisa digunakan untuk pasukan Orc dan Uruks yang sudah memiliki pangkat tinggi seperti Captain, Bodyguards, atau bahkan Warchief, misalnya. Anda bisa melakukan penyusupan ini untuk mempermudah proses menghancurkan pasukan level tinggi yang memang harus diakui, sulit untuk ditundukkan dengan hanya sekedar mengandalkan kemampuan fisik Talion saja. Anda bisa meminta para Captain dan Bodyguard yang sudah Anda kuasai untuk mengkhianati para Warchief dari belakang, menyerangnya ketika berada di dalam satu kawasan yang sama, dan membuat perang internal yang ada berkobar semakin intensif. Tidak ada perasaan lebih puas dan nikmat selain melihat jajaran 5 Warchief utama pasukan Sauron semuanya berada di bawah pengaruh kekuasaan Anda. Well, di luar melihat mereka semua terkapar tewas.

Atmosfer yang Luar Biasa

Shadow of Mordor menawarkan atmosfer permainan yang luar biasa, di luar kualitas visual yang tentu saja, memesona.
Shadow of Mordor menawarkan atmosfer permainan yang luar biasa, di luar kualitas visual yang tentu saja, memesona.
Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sempat membaca impresi kami yang mengomentari kualitas visualisasi Shadow of Mordor yang tidak begitu istimewa. Menjajalnya di PC yang lebih kuat dengan DLC Ultra-HD Texture yang juga ikut disertakan, secara otomatis, pernyataan tersebut tidak lagi terasa relevan. Shadow of Mordor tampil luar biasa ketika berjalan di setting mentok kanan dengan tersematnya patch yang membuat size ukuran gamenya membengkak ini. Tidak hanya tesktur yang lebih baik, kualitas tata cahaya yang memesona juga pantas diacungi jempol. Ketika Anda memiliki rig yang cukup kuat untuk menjalankannya di resolusi 4K dengan setting mentok kanan? Dua kata: HOLY HELL!

Mentok kanan tanpa Ultra HD Textures.
Mentok kanan 1080p tanpa Ultra HD Textures.
Resolusi 4K - Mentok Kanan, dengan Ultra HD Textures.
Resolusi 4K – Mentok Kanan, dengan Ultra HD Textures.
Namun bukan hanya karena kualitas visual saja, tetapi juga dari desain dan kehadiran beragam cameo karakter ikonik Lords of the Rings yang juga disematkan di dalamnya, memperkuat fakta bahwa Anda memang tengah bertarung mati-matian di dalam genggaman kekuasan Gollum. Anda akan bertemu dengan Gollum, melihat sosok Sauron yang masih “utuh”, hingga memahami lebih jauh latar belakang sosok karakter lain seperti penyihir super kuat – Saruman, misalnya. Semua elemen ini memperkuat atmosfer Shadow of Mordor itu sendiri.

Anda bisa merasakan atmosfer Mordor yang luar biasa di game ini.
Kehadiran karakter-karakter ikonik juga kian menguatkan atmosfer setting yang ada.
Satu yang tidak boleh ketinggalan, tentu saja –musik. Cukup untuk membawa Anda merasa tengah terlibat dalam sebuah perjalanan epik.

Kesimpulan

Shadow of Mordor - JagatPlay part 2 (40)
Menyenangkan, adiktif, inovatif, dan seru, Anda akan jatuh hati sejak pandangan pertama. Dijamin!
Sangat tidak berlebihan rasanya untuk menetapkan Shadow of Mordor, tidak hanya sebagai game bertema Lord of the Rings terbaik yang pernah meluncur ke pasaran, tetapi juga IP baru yang paling memenuhi harapan di sepanjang tahun 2014 ini. Ketika Destiny dan Watch Dogs berujung pada hasil yang mengecewakan, Shadow of Mordor menjadi sebuah jawaban tantangan yang memuaskan. Dunia yang indah, atmosfer yang pas, mekanik gameplay yang intuitif, dunia Lords of the Rings yang digambarkan dengan sangat baik, sistem progress karakter yang kuat, gameplay adiktif, dan Nemesis System yang inovatif menjadi nilai jual yang sulit untuk ditolak. Membantai para Orc dan mengatur strategi untuk menundukkan yang lebih kuat membuat Shadow of Mordor menghasilkan pengalaman bermain yang menyenangkan dan kuat di saat yang sama.

Tentu saja, tidak sempurna. Ada beberapa hal yang pantas untuk dicatat dari Shadow of Mordor ini, terutama karena hal-hal ini ternyata mengurangi kenikmatan bermain yang ada. Selain Nemesis System yang terkadang “membangkitkan” karakter Uruks dan Orc yang sudah nyata kita bunuh di pertemuan sebelumnya, Anda juga terkadang akan berkutat dengan sistem free run yang terasa agak canggung. Menekan satu tombol untuk berlari dan memanjat cepat di saat yang sama, bukan hal yang aneh jika pergerakan Anda justru membuat Talion tersangkut di satu sudut tempat, dimana ia tiba tiba menolak untuk melompat atau memanjat. Misi-misi utama yang tidak menarik juga menjadi catatan tersendiri. Hal yang menurut kami paling mengganggu? Bahwa ada beberapa skill yang ternyata harus dibuka mengikuti alur cerita, yang berarti menihilkan sedikit elemen kebebasan di dalam gameplay.

Namun di luar semua masalah tersebut, Shadow of Mordor membuktikan diri sebagai sebuah game open-world yang harus Anda jajal, terlepas apakah Anda familiar dengan dunia Lords of the Rings atau tidak. Semua kekuatan gameplay yang ia tawarkan akan cukup untuk membuat Anda sulit untuk memalingkan perhatian, bahkan terjebak menyelesaikan segudang misi kecil tanpa akhir selama berpuluh-puluh jam hingga mengabaikan sang cerita utama. Menyenangkan, adiktif, inovatif, dan seru, Anda akan jatuh hati sejak pandangan pertama. Dijamin!

Kelebihan

Nemesis System yang cukup untuk membuat Anda sibuk dan teradiksi. Misi utama? Apa itu...
Nemesis System yang cukup untuk membuat Anda sibuk dan teradiksi. Misi utama? Apa itu…
  • Kualitas visual yang memesona (setelah Ultra HD Texture Pack)
  • Mekanik battle ala Batman Arkham
  • Nemesis System
  • Konsekuensi kematian yang cukup fatal
  • Progress karakter yang bermakna
  • Side mission yang banyak
  • Adiktif
  • Voice acts yang pantas diacungi jempol
  • Music yang kian membuat perjalanan Anda terasa epik
  • Bebas menentukan solusi
  • Animasi serangan yang brutal dan super keren

Kekurangan

Free run dan tersangkut tanpa alasan jelas ketika berada dalam situasi seperti ini? Arrrggghhh!!!
Free run dan tersangkut tanpa alasan jelas ketika berada dalam situasi seperti ini? Arrrggghhh!!!
  • Misi utama yang tidak terlalu menarik
  • Free Run yang terkadang masih tersangkut
  • Beberapa skill harus dibuka mengikuti progress cerita
  • Musuh yang terlihat sudah “tewas”, muncul kembali di pertemuan selanjutnya
Cocok untuk gamer: pencinta seri Lords of the Rings, pencinta genre action open-world
Tidak cocok untuk gamer: yang menginginkan adaptasi cerita dari versi film-nya, tidak suka mekanik battle ala Batman Arkham


 

 

0 komentar :

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys