Minggu, 22 April 2012

Home » » [review] Mass Effect 3

[review] Mass Effect 3

By



Jika kita membicarakan salah satu seri RPG-action terbaik di industri game, maka nama Mass Effect yang lahir dari tangan dingin Bioware memang pantas menjadi salah satunya. Ia mengenalkan konsep role-playing yang sebenarnya lewat sistem konversasi terbuka dan jalan cerita yang terbentuk dari konsekuensi atas aksi. Namun tidak hanya itu saja, plot yang ia tawarkan juga terhitung kompleks dan memang menarik untuk diikuti. Tidak mengherankan jika banyak gamer yang jatuh cinta dengan franchise epik yang satu ini. Direncanakan sebagai sebuah trilogi sejak awal, Mass Effect akhirnya tiba pada seri ketiganya yang baru saja dirilis.

Mass Effect 3 tentu saja menjadi salah satu seri game yang paling diantisipasi di tahun 2012 ini, mengingat bagaimana seri ini akan tampil sebagai konklusi dari semua konflik dan misteri yang sudah terbangun di dua seri sebelumnya. Sebagai seri terakhir dari sebuah perjalanan yang panjang, Bioware sendiri mengklaim bahwa mereka akan menghadirkan banyak hal baru di Mass Effect 3, sesuatu yang masif dan penuh kejutan. Ini juga akan menjadi seri pertama yang menghadirkan mode multiplayer secara online dengan pengaruh yang cukup signifikan pada mode single player yang ada. Sebuah fitur yang tentu akan membuat banyak gamer bajakan kelabakan.

Lantas bagaimana dengan keseluruhan Mass Effect 3 secara keseluruhan? Mampukah ia menghadirkan pertempuran terakhir yang kita antisipasi? Pada akhirnya kita harus berhadapan dengan sebuah konflik emosi. Di satu sisi kita akan menghadapi kegembiraan dari merasakan sebuah seri terakhir dari sebuah franchise dengan kualitas yang tidak pernah mengecewakan, sementara di sisi yang lain harus berpisah dengan sebuah seri yang mungkin tidak akan dapat kita lihat lagi di masa depan. Terlepas dari itu semua, ini akan menjadi saat yang tepat untuk mengangkat senjata, memimpin Normandy, dan menghancurkan para Reapers!

Mass Effect 3 yang kami mainkan ini adalah versi XBOX 360. Walaupun terdapat perbedaan yang cukup dapat dirasakan pada level framerate dan details yang dihadirkan dengan versi PC (namun tidak jauh berbeda dengan Playstation 3), review ini tetap kami tempatkan di sesi PC untuk menjamin manajemen konten yang lebih mudah dan nyaman, bagi kami maupun bagi Anda, players.

Plot

The Reapers akhirnya melancarkan invasi terbuka untuk melenyapkan kehidupan makhluk hidup di semesta

Dalam dua seri sebelumnya, petualangan Shepard mengarungi angkasa membawanya pada satu fakta yang mengejutkan, bahwa alam semesta kini menghadapi salah satu ancaman yang mungkin akan menjadi akhir dari segalanya: The Reapers. Berbeda dengan alien yang mereka temui selama ini, The Reapers merupakan ras “legenda” yang identik dengan kehancuran, mereka yang akan menjadi “kiamat” untuk semua jenis kehidupan. Mereka akan muncul setiap 50.000 tahun sekali dan “memanen” peradaban yang sudah matang  dengan menghadirkan genosida tanpa ampun. Shepard belajar banyak akan ras ini, dan berusaha meyakinkan semesta untuk bersiap akan kehadirannya. Namun pada akhirnya, tidak ada yang mengambil tindakan apapun.

Semua mata terbelalak ketika seperti yang diprediksikan, The Reapers memulai invasi besar-besaran mereka ke semua bentuk jenis kehidupan di alam semesta. Kehancuran massal seolah menjadi takdir yang tidak lagi terelakkan, tanpa ada harapan untuk memberikan perlawanan. Namun, nyatanya, salah satu ras paling mutakhir yang menjadi korban The Reapers di siklus yang lalu – Prothean ternyata memiliki solusi yang mungkin menjadi satu-satunya kunci untuk mempertahankan eksistensi semua makhluk hidup di masa depan. Shepard kini harus mengumpulkan cukup kekuatan untuk membangun sebuah senjata yang dipercaya akan mampu menghancurkan Reapers, senjata yang disebut sebagai The Crucible.

Apa sebenarnya yang berusaha dicapai oleh The Reapers?

BIg Ben? London?

Semuanya akan lebih mudah jika The Reapers menjadi satu-satunya ancaman yang harus mereka hadapi. Namun nyatanya? Sifat dasar manusia lah yang turut menjadi penghalangyang tidak kalah berat. Salah satu organisasi teroris “rasis” – Cerberus yang menjadi fokus di seri kedua juga menimbulkan kekacauan yang sama fatalnya seperti The Reapers. Mereka melakukan banyak misi yang destruktif, menghalangi jalan Shepard membangun aliansi, dan menghabisi mereka yang berseberangan dengan sudut pandang mereka. Tentu saja, sang sosok fenomenal misterius – The Illusive Man berada di balik semua hal ini.

Apa yang berusaha dikejar oleh para Cerberus? Mengapa The Reapers melakukan genosida setiap 50.000 tahun sekali? Apakah Shepard akan berhasil menyelamatkan semesta dari ambang kepunahan? Semua jawaban ini akan Anda temukan dengan memainkan Mass Effect 3!

Mekanisme Gameplay yang Tidak Banyak Berubah

Memulai Mass Effect 3 tidak berbeda dengan seri Mass Effect lainnya. Anda masih dapat mengimpor save data dari Mass Effect 2 untuk melanjutkan karakter dan konsekuensi yang sudah Anda dapatkan di seri sebelumnya. Jika tidak, Anda masih bisa membangun karakter dari awal dengan beragam pilihan job dan skill berbeda yang dapat dipilih sebagai dasar dari karakter Anda. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa memilih latar belakang cerita dari Shepard sendiri, dari memutuskan siapa yang selamat dari perang di dua seri terakhir, hingga kehidupan masa kecil Shepard sendiri. Beberapa keputusan ini akan berpengaruh langsung pada gaya permainan Anda di Mass Effect 3.

Mass Effect 3 menghadirkan sistem gameplay yang serupa dengan dua seri Mass Effect sebelumnya

Anda kini bisa berfokus untuk memperkuat serangan melee. Melupakan senjata api? Tidak sampai sejauh itu

Selain plot utama yang menjadi dasar segalanya, seri Mass Effect selama ini juga terkenal dengan elemen action-RPG third-person shooter nya yang unik. Tidak ada yang berubah di Mass Effect 3, Bioware tetap menghadirkan elemen yang sama. Anda tetap menggunakan sudut pandang orang ketiga, dengan kemampuan untuk melakukan bidik dan berlindung dari serangan musuh. Bioware tentu saja menyuntikkan shortcut yang memudahkan Anda untuk mengakses skill-skill tertentu dengan cepat tanpa harus membuka skill secara keseluruhan. Seperti halnya game-game RPG yang lain, Mass Effect 3 juga datang dengan sistem level up dan skill tree yang serupa. Semakin banyak musuh yang Anda lawan, semakin kuat juga karakter Anda. Satu-satunya yang berbeda adalah porsi serangan melee yang kini dapat menjadi fokus.

Mode Eksplorasi yang Lebih Sederhana

Apakah Anda yang termasuk gamer yang membenci sistem eksplorasi yang ditawarkan oleh Mass Effect 2? Dimana Anda benar-benar harus singgah di setiap planet dan sistem yang ada untuk memeriksa ketersediaan mineral untuk membangun banyak hal? Jika iya, maka Mass Effect 3 datang dengan sistem yang jauh lebih sederhana. Cukup membuat Anda untuk terserap dan sibuk, namun tidak akan sampai memaksa Anda untuk menghabiskan sebagian besar waktu hanya untuk melakukan hal tersebut. Normandy kini akan dibekali kemampuan untuk melakukan scan secara real-time untuk mencari planet-planet mana saja yang berpotensi untuk memberikan keuntungan tertentu. Tidak hanya itu saja, persentase yang ada juga akan menunjukkan apakah Anda sudah mendapatkan semua sumber daya yang bisa diperoleh dari sistem tersebut. Hal ini tentu saja mempermudah gameplay yang ada, sekaligus meminimalisir Anda menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak berguna sama sekali.

Para gamer tentu menyambut sistem eksplorasi dengan scan secara langsung ini. Namun kali ini tidak akan berjalan mudah, ada ancaman Reapers yang mengintai

Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu dengan mengunjungi semua planet seperti di Mass Effect 2!

Namun perjalanan untuk mengeksplorasi semua sistem ini tidak akan berjalan mudah tanpa halangan. Sesuai tema utama Mass Effect 3 dimana The Reapers telah menginvasi keseluruhan semesta, Anda juga harus berhadapan dengan ras alien ini ketika berusaha mencari planet-planet yang potensial. Scan yang Anda lakukan akan menarik The Reapers untuk mengejar Normandy. Tertangkap? Maka semuanya akan berakhir untuk Anda saat itu juga. Tidak ada cara untuk melawan balik, hanya berlari dari sistem dan kembali jika memang Anda menemukan sesuatu yang berharga di sana.

Pilih, Hadapi Konsekuensi, dan Bersiaplah untuk Berkorban!

Pada akhirnya, perang selalu meminta Anda memilih yang satu dan mengorbankan yang lain

Salah satu kekuatan utama Mass Effect, yakni kebebasan untuk memilih dan konsekuensi konsisten yang datang darinya akan memegang peranan yang lebih penting di Mass Effect 3, bahkan jauh lebih krusial dibandingkan dua seri sebelumnya. Seperti yang kita tahu, Shepard memang diharuskan untuk mengumpulkan fleet yang cukup untuk menangkal serangan The Reapers di bumi. Namun semua fleet yang datang dari beragam ras ini bukanlah anggota-anggota ramah yang hidup dalam damai. Mereka memiliki konflik mendasar satu sama lain, hingga pada level yang mustahil untuk dapat saling bekerja sama. Anda akan dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menuntut Anda untuk mengorbankan salah satunya. Mungkinkah untuk menyelamatkan mereka semua? Butuh strategi tertentu!

Jangan terjebak untuk memaksimalkan level Paragon ataupun Renegade, karena keduanya tidak berpengaruh apapun secara signifikan. Kesampingkan hal ini, dan pilihlah opsi yang terbaik untuk kepastian memenangkan perang!

Berfokus pada Renegade? Anda hanya akan mendapatkan wajah Shepard yang terlihat lebih buruk. Anda akan menjalani timeline dan cerita yang sama saja dengan karakter yang penuh di sisi Paragon.

Pilihan-pilihan ini juga akan berlaku pada standar yang lebih sempit, seperti pada percakapan atau aksi yang ada harus dilakukan oleh Shepard pada setiap cut-scene yang datang. Cut-scene berada di level yang tinggi, karena ia berpengaruh lebih signifikan dan mengubah kemungkinan Anda. Sementara percakapan akan membuat Anda mendulang point yang berbeda untuk opsi yang dipilih, terutama dari segi Paragon (baik) dan Renegade (jahat) dan tingkat reputasi yang ada. Seberapa ini berpengaruh? Terlepas dari apakah Anda lebih condong ke Renegade atau Paragon, tidak ada konsekuensi langsung yang akan dialami oleh Shepard, selain tampilan secara fisik. Oleh karena itu, jangan repot-repot untuk memastikan Shepard Anda untuk berlaku sebaik atau sejahat mungkin. Mengapa? Karena keputusan-keputusan terbaik yang akan menentukan seberapa banyak aliansi yang dapat Anda rekrut datang dari kombinasi pilihan-pilihan Paragon dan Renegade. Jadi? Pilihlah dengan bijak dan kesampingkan elemen yang satu ini.

It’s All about War Assets!

War Assets memainkan peranan paling penting. Mengapa? Karena ia akan menentukan ending seperti apa yang bisa Anda dapatkan!

Jika kita membicarakan salah satu unsur baru yang memegang peranan sangat krusial pada Mass Effect 3, maka War Assets merupakan hal yang tidak boleh Anda lewatkan. Elemen yang dideskripsikan sebagai kesiapan Anda untuk melawan para Reapers ini memang hanya berbentuk nota, kata, dan angka tanpa wujud fisik yang dapat dinikmati secara langsung ataupun berpengaruh pada kemampuan bertempur Anda. Namun jangan pernah sekalipun menganggap hal ini sebagai sesuatu yang dapat dilewatkan begitu saja. Percaya atau tidak, War Asssets akan menjadi kunci untuk menentukan opsi ending apa yang akan Anda dapatkan. Ada banyak cara untuk mendapatkan War Assets, dari mengeksplorasi sistem yang ada dengan Normandy, menyelesaikan setiap sub-quest yang ada, dan memilih dan mengorbankan opsi yang ditawarkan.

Sub-quest yang ditawarkan di Mass Effect 3 juga tidak main-main jumlahnya. Sebagian besar memang bisa Anda dapatkan dari Citadel dengan mudah. Bioware juga menyuntikkan sistem yang lebih sederhana bagi Anda untuk dapat menangkap dan tidak melewatkan setiap sub-quest yang ada. Anda hanya tinggal membuka map dan mencari people of interest yang terpampang jelas di sana. Ini juga berlaku untuk quest yang sudah Anda lakukan ataupun membutuhkan Anda untuk diselesaikan. Selain Citadel, Anda juga harus sering memeriksa private terminal untuk sub quest yang lebih signfikan. Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, jangan terpaku pada opsi untuk memenuhi baru Paragon ataupun Renegade, karena Mass Effect 3  membutuhkan kombinasi keduanya.

Citadel akan menjadi ladang sub-quest yang terbaik!

Usahakan untuk melihat setiap sub-quest yang ada sebagai kesempatan untuk meningkatkan War Assets. Pantas untuk diperjuangkan!

Lewat War Terminal yang ada, Anda bisa memeriksa kesiapan armada untuk bertahan dan melawan para Reapers. Di sinilah mode multiplayer online berpengaruh besar dan akan membuat sebagian besar gamer bajakan gigit jari. Mode multiplayer online akan berpengaruh pada tingkat kesiapan setiap cluster yang ditentukan pada persentase readiness. Kemampuan militer yang Anda dapatkan secara keseluruhan akan dikalikan pada persentase readiness yang ada untuk mendapatkan angka effective military strength. Kekuatan efektif inilah yang akan menjadi penentu pada opsi ending yang bisa Anda dapatkan, semakin tinggi tentu semakin baik. Sementara Anda yang tidak bermain secara online? Tingkat readiness ini akan bertahan di angka 50% tanpa ada kemungkinan meningkat. Mungkinkah mendapatkan ending terbaik? Mungkin saja, tetapi Anda butuh bermain setidaknya dua kali dengan save data new game plus di Mass Effect 3.

Sayangnya, bagi para pencinta Mass Effect yang sudah mengenal seri ini mendarah daging (setidaknya bagi saya pribadi), keputusan Bioware untuk menyuntikkan elemen ini justru menjadi kesalahan terbesar. Mengapa? Jika kita menilik dua seri Mass Effect sebelumnya, maka jelas terlihat bahwa Bioware mengambil keputusan yang seolah merebut esensi Mass Effect yang sebenarnya. Pada akhirnya, bukan keputusan dan tindakan Anda yang akan menentukan ending yang Anda dapatkan, tetapi angka dan nota yang bahkan tidak memiliki wujud fisik sama sekali. Berlakunya bad, good, dan secret ending selah menjelma menjadi arah yang harus Anda tempuh, mau atau tidak mau. Di masa lalu? Anda akan dengan puas menerima ending yang Anda dapatkan sebagai bentuk konsekuensi

Kesempatan Untuk Melihat Wajah Tali?

dag..dig..dug... dag..dig..dug..

Dari semua misteri yang ada di seri Mass Effect selama ini, misteri seperti apa yang menjadi pusat rasa penasaran terbesar para gamer? Bukan dari plot maupun latar belakang yang ada, tetapi dari salah satu karakter playable yang dengan setia menemani petualang Shepard selama membongkar misteri The Repaers dan efek yang mungkin ditimbulkannya. Benar sekali kita sedang membicarakan sosok alien “manis” bernama Tali, sang Quarians yang terkenal seabgai ahli robot – Geth. Selama dua seri sebelumnya, Tali selalu mengenakan topeng ungunya dan sama sekali tidak pernah memperlihatkan wajahnya yang sesungguhnya.

Rumor yang beredar memang sempat memberitakan bahwa Bioware akan membuka topeng Tali di seri terakhir dan memperlihatkan bentuk wajahnya kepada dunia. Apakah Bioware akan melakukan hal tersebut? Saya hanya bisa menyediakan screenshot di atas untuk memberikan sedikit intipan.

Kesimpulan

You will play the game, won't you?

Sebagai sebuah seri terakhir dari trilogi yang epik, Bioware memang mampu menghadirkan Mass Effect 3 sebagai sebuah seri pemungkas yang terhitung “sempurna”. Ia datang dengan sebuah paket aksi yang lebih berat dan lebih keren dibandingkan seri-seri sebelumnya. Beragam musuh baru dihadirkan, perlengkapan perang, hingga pertempuran skala besar yang luar biasa masif. Ia juga tetap datang dengan mekanisme gameplay yang sudah begitu familiar dengan penggemar Mass Effect selama ini dan menyederhanakan sistem eksplorasi yang memang sudah dikeluhkan. Pada dasarnya, Bioware mampu membawa sebuah cerita pentutup yang memenuhi ekspektasi yang ada.

Jika ada kelemahan yang patut dicatat adalah bahwa Bioware ternyata terperangkap pada model game action-RPG lain yang menawarkan “kebebasan” abal-abal. Sistem Renegade dan Paragon yang dihadirkan ternyata justru menjadi semacam “jebakan” untuk tidak mendapatkan ending terbaik di game ini. Benar sekali, Bioware kini menambahkan standar bagi Anda untuk ending yang pantas untuk dikejar, berbeda dengan seri-seri sebelumnya dimana tidak ada ending terbaik untuk sebuah Mass Effect. Apakah ini menjadi sebuah efek psikologis yang akan Anda rasakan sebagai keinginan untuk mencapai kesempurnaan di seri terakhir? Ataukah ini memang strategi Bioware untuk “tidak langsung” memaksa Anda untuk memainkan mode multiplayer yang ada? Anda yang memutuskan.

Bagi mereka yang sudah memainkan seri ini sejak awal, Mass Effect 3 akan menjadi katalis yang paling Anda butuhkan untuk membuat semua pengalaman tersebut menjadi sempurna. Sedangkan bagi Anda yang baru dengan seri ini, ada baiknya Anda memainkan dua seri sebelumnya untuk mendapatkan Mass Effect yang sebenarnya.

Kelebihan

Pertempuran yang ada ditampilkan dalam skala yang lebih epik dan masif
  • Pertempuran yang lebih masif dan epik
  • Sistem eksplorasi yang lebih sederhana
  • Identitas Mass Effect yang tetap dipertahankan
  • Visualisasi yang menawan untuk konsol
  • Tetap hadir dengan beragam opsi dan konsekuensi yang harus dihadapi

Kekurangan

Pada akhirnya, Anda akan "dituntun" untuk mengejar ending tertentu. Sangat disayangkan
  • Sistem Paragon dan Renegade yang tidak berpengaruh banyak
  • Pilihan Ending yang tampak memaksa gamer untuk berjalan ke “arah” tertentu
Cocok untuk gamer: penggemar game RPG-action, penggemar seri Mass Effect
Tidak cocok untuk gamer: yang belum memainkan seri pertama dan kedua Mass Effect.


sumber : http://jagatplay.com/2012/03/pc-2/review-mass-effect-3-pertempuran-terakhir-menyelamatkan-semesta/

0 komentar :

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys