Senin, 01 Oktober 2012

Home » » [review] Darksiders 2

[review] Darksiders 2

By
August 24, 2012   ·   0 Comments
 


Darksiders yang lahir dari tangan Vigil Games dan THQ memang terkenal sebagai satu dari sedikit game action hack and slash yang berhasil mencuri perhatian industri game. Dirilis pada tahun 2010, Darksiders berhasil tampil memukau jalinan cerita, visualisasi dunia, hingga mekanisme gameplay yang sederhana, namun tetap adiktif. Kesuksesan seri pertama yang dibintangi oleh karakter bernama War ini kemudian diikuti dengan sebuah seri kedua yang baru saja dirilis minggu lalu. Tidak lagi mengambil War sebagai karakter utama, Darksiders 2 menjadikan sang saudara – Death sebagai tokoh sentral dalam sebuah petualangan yang tidak kalah epik.

Sempat diperkenalkan lewat beragam trailer dan screenshot sejak tahun lalu, ekspektasi terhadap kehadiran Darksiders 2 memang cukup tinggi. THQ sendiri sudah menjanjikan beberapa perubahan mendasar untuk membuat franchise ini tetap dalam dan menarik. Sebuah inovasi yang cukup mengejutkan, namun terhitung berhasil untuk membuat Darksiders 2 tampil sebagai sebuah seri yang pantas untuk dijajal. Kami sendiri sudah pernah menyampaikan kesan pertama yang sempat dihadirkan oleh seri yang satu ini dan cukup terpesona olehnya. Segi visualisasi mungkin tidak memberikan peran yang besar untuk kesan yang begitu kuat ini, namun perubahan di sisi gameplay menjadi salah satu kekuatan dari Darksiders 2. Sebuah langkah ekstrim yang ternyata berhasil membuat seri ini menjadi jauh lebih menarik.

Setelah sempat memberikan sedikit gambaran lewat preview yang telah kami rilis sebelumnya, ini menjadi saat yang tepat untuk menilai Darksiders 2 secara keseluruhan. Mampukah ia tampil dalam kualitas yang setara atau bahkan lebih baik dari seri pendahulunya? Mengapa Anda harus menjadikan game ini sebagai alternatif game aciton yang pantas untuk dilirik? Kita akan membahasnya lebih dalam lewat review ini.

Plot

Perkenalkan Death – salah satu dari Four Horsemen of Apocalypse yang akan menjadi karakter utama Anda di Darksiders 2 ini.
Sebelum masuk ke dalam Darksiders 2, ada baiknya jika kita memahami sedikit latar belakang cerita yang terjadi di Darksiders pertama terlebih dahulu karena keterkaitan hubungan yang erat antara keduanya. Di seri pendahulunya, Anda berperan sebagai War, satu dari empat Horsemen of Apocalypse yang dibentuk oleh Charred Council – sebuah organisasi penengah nan adil yang menengahi konflik antara dunia malaikat, iblis, dan manusia. Keempat penunggang kuda ini hanya diperkenankan untuk turun ke bumi begitu Seventh Seal – yang menjadi pencegah perang terbuka antara Iblis dan Malaikat pecah dan menjadi pertanda awal berakhirnya kehidupan manusia. Namun sebuah keanehan terjadi. War tiba-tiba jatuh ke bumi dan hidup sebagai simbol awal kiamat, sementara Seventh Seal sendiri belum hancur. Intervensi yang dilakukan War ini membuatnya dipanggil oleh Charred Council dan dihadapkan pada pengadilan. War yang terancam hukuman mati, meminta kesempatan kedua untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
 
Lewat cerita di atas, karakter utama di Darksiders 2 – Death, sang Horseman kedua memainkan peranan terpentingnya. Dalam timeline yang sejalan dengan seri pertamanya, Death berusaha mencari kebenaran untuk memastikan agar War terhindar dari ancaman hukuman mati yang dituntut oleh Charred Council. Perjalanan pun dimulai untuk menghidupkan kembali semua umat manusia yang telah tewas akibat perang antara para Malaikat dan Iblis. Death melihatnya sebagai awal solusi untuk meringankan tuduhan yang diarahkan kepada War. Misi ini memaksa Death untuk berpetualang menuju Tree of Life, sumber dari semua kehidupan di alam semesta. Namun seiring dengan progress perjalanannya menyusuri beragam dunia, Death menemukan sebuah ancaman lain – Corruption, sebuah energi kegelapan yang membuat banyak makhluk jatuh ke dalam godaan untuk menguasai makhluk yang lain. Berbagai hambatan dan pertarungan besar menanti Death dalam perjalanannya ke Tree of Life. Tidak hanya misteri tentang masalah yang menyelimuti War, Death juga akan mempelajari tentang masa lalu The Four Horsemen of Apocalypse dan alasan mereka berada di balik Charred Council.

Bertemu dengan ras-ras yang lebih kuat daripada para Malaikat dan Iblis, Death berusaha mencari Tree of Life, tempat yang menurutnya akan mampu membuktikan bahwa War tidak bersalah.
Petualangan Death untuk membela War pun dimulai. Menjelajahi beragam dunia, Death justru dihadapkan pada ancaman yang baru.
Corruption – kekuatan kegelapan yang mulai menguasai semesta.Siapa sebenarnya sosok di balik “infeksi” yang menyeramkan ini?
Apa sebenarnya Corruption ini? Siapa itu Four Horsemen of Apocalypse? Mampukah Death menyelamatkan War? Siapakah yang bertanggung jawab atas dimulainya kiamat – perang besar antara para Malaikat dan Iblis? Anda tentu harus memainkan game ini untuk mendapatkan jawabannya.

Action Hack & Slash? Lebih Tepatnya Action RPG!

Tidak seperti pendahulunya, Darksiders 2 justru datang dengan perubahan yang cukup signifikan di sisi gameplay. Ia berubah dari game hack & slash murni menjadi sebuah game action RPG!
Apa yang membuat Darksiders 2 ini jauh berbeda dibandingkan dengan Darksiders pertama? Satu aspek yang palling mudah dikenali dan pasti akan menarik perhatian semua gamer yang sudah familiar dengan franchise ini adalah perubahan di sisi gameplay yang signifikan. Jika Darksiders pertama mengusung mekanisme gameplay action hack & slash yang murni, maka Darksiders 2 lebih pantas disebut sebagai sebuah game action RPG. Ada begitu banyak elemen yang membuat seri terbaru ini  justru lebih mengingatkan Anda pada game-game action RPG fenomenal seperti halnya Diablo atau Kingdom of Amalur: Reckoning daripada Devil May Cry, misalnya. Atmosfer yang terbangun mengindikasikan hal tersebut.

Mekanisme kontrolnya sendiri memang memegang  ciri khas hack & slash yang kuat. Death akan dipersenjatai dengan dua gerakan utama: Normal Attack yang diwakili oleh senjata utamanya – Scythe dan Heavy Attack yang akan dieksekusi dengan secondary weapon yang cukup bervariasi. Beberapa senjata menawarkan kecepatan, sementara senjata yang lain lebih mengutamakan damage. Kombinasi serangan dapat dilakukan dengan cukup mudah dengan varian move list yang cukup besar. Selain itu, Death juga akan dibekali dengan kemampuan untuk melakukan evade, melompat, tools, dan takedown yang harus dimaksimalkan sepanjang pertempuran untuk memastkan kemenangan. Sebuah elemen action padat yang kemudian dileburkan dalam sisi gameplay RPG nya yang terhitung kental.

Kombinasi serangan antara Normal dan Heavy Attack yang tepat akan memudahkan untuk memenangkan pertempuran. Tentu saja, Anda juga harus memaksimalkan evade untuk menghidari serangan musuh dan membuka celah untuk menyerang.
Kesan action RPG ini kian kentara dengan dihadirkannya sistem Equipment untuk memperkuat Death.
Apa yang membuat sebuah game action dapat dikatakan mengusung konsep RPG di dalamnya? Kita tidak hanya sedang membicarakan angka-angka yang bertebaran sebagai damage, tetapi juga beberapa konsep lainnya yang semakin menguatkan kesan tersebut di Darksiders 2. Salah satu ciri yang cukup kuat adalah hadirnya sistem equipments dan item yang datang dengan beragam atribut status tersebut. Senjata dan equipments ini akan datang dengan keunggulan status masing-masing, membantu Anda untuk menciptakan Death yang lebih “personal”. Bagaimana cara mendapatkannya? Seperti halnya game-game RPG, Anda dapat menemukan equipment terbaik lewat chest di sepanjang permainan, toko yang tersedia di kota, hingga drop dari musuh / boss yang Anda hadapi. Selain itu, Vigil juga mengadopsi sistem experience points yang memungkinkan Death untuk bertambah kuat lewat sistem level up dan mendapatkan atribut status permanen tertentu.

Sistem equipment dan level up belum cukup untuk mencerminkan sebuah game RPG? Maka fitur yang satu ini boleh terbilang sebagai “kunci” untuk mengkategorikan Darksiders 2 tidak lagi sebagai sebuah game hack & slash belaka. Untuk setiap level yang ia dapatkan atau misi yang berhasil diselesaikan, Death akan mendapatkan satu skill points yang dapat digunakan untuk membangun skill tree unik yang dapat disesuaikan dengan cara Anda bermain. Seperti halnya sebuah game “role-playing”, Anda memiliki kebebasan untuk menentukan peran dan gaya pertempuran Death. Ada dua kategori besar di dalam skill tree ini: skill yang lebih berfokus pada kemampuan fisik dan kemampuan magic (arcane). Skill fisik biasanya berkaitan dengan jenis-jenis serangan yang akan menimbulkan damage, buff, atau de-buff pada musuh. Sementara gaya gameplay Arcane lebih tertuju pada penggunaan magic, seperti halnya job ala Necromancer dan Druid di game-game action RPG yang lain.

Level up! Time to spend some skill points!
Ada dua kubu skill utama yang dapat dipilih Death – yang berfokus pada serangan fisik dan Arcane. Anda dapat memilih untuk berfokus pada salah satunya atau mengkombinasikan keduanya untuk menciptakan Death “versi” Anda sendiri.
Death akan berhadapan dengan serangkaian puzzle yang akan menuntut Anda untuk berpikir “out of the box”. Tenang saja, game ini tidak menyediakan tantangan yang terlihat mustahil untuk diselesaikan.
Tantangan tidak hanya akan dihadirkan dari beragam musuh yang akan menghalangi perjalanan Death menuju misi utamanya, tetapi juga dari elemen-elemen platformer yang ada. Death akan melakukan gerakan-gerakan parkour “ajaib” untuk mencapai lokasi yang dibutuhkan di setiap dungeon dan sudah menjadi tugas Anda untuk mencari jalan alternatif ini. Perjalanan juga akan semakin dipersulit dengan kehadiran serangkaian puzzle yang terkadang harus menuntut Anda untuk berpikir di luar kotak. Death sendiri akan dibekali dengan berbagai kemampuan untuk menyelesaikan beragam tantangan ini, dari kemampuan untuk melakukan summon arwah, membelah diri, membentuk portal, hingga menjelajahi waktu. Sebagian besar puzzle ini dapat diselesaikan dengan mudah. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memerhatikan “clue” kamera yang biasanya hadir pada saat Anda memasuki area yang baru. Ini akan menjadi petunjuk mumpuni untuk mendapatkan gambaran akan apa yang harus Anda lakukan. Tetap bingung? Andalkan sang gagak – Dust untuk menunjukkan jalan yang benar (walaupun terkadang ia justru akan membuat Anda semakin bingung).

Bergaya Open-World, Segudang Side Missions

Salah satu fitur yang mendapatkan improvement yang begitu kentara di seri Darksiders 2 ini adalah konsep open-world yang berusaha ia hadirkan. Di seri pertama, War memang sudah diberi kebebasan untuk menjelajahi setiap level yang ia singgahi, namun boleh dikatakan, hampir tanpa sebuah tujuan yang jelas. Vigil Games semakin menyempurnakan konsep tersebut dengan menggabungkan sistem open-world ini dengan segudang side-missions yang dapat Anda picu dengan berbicara dengan karakter NPC yang tepat. Tentu saja ini semakin mendefinisikan jati diri seri kedua ini sebagai sebuah game action RPG.

Darksiders 2 kini tampil dengan gaya open-world yang lebih baik. Setidaknya Death tidak lagi menunggang Despair tanpa alasan yang jelas.
Ada segudang side-missions dengan reward menggiurkan yang menanti Anda.
Sebagian besar misi ini memang berhubungan dengan mengumpulkan dan menghancurkan. Beberapa di antaranya akan menuntut Anda berperan sebagai seorang demon hunter, menjelajahi dungeon dengan membunuh sang boss besar yang mendiami tempat tersebut. Namun berharap proses ini akan berjalan dengan sangat mudah karena tidak jarang beberapa Boss side-quest ini akan datang dengan level yang lebih tinggi daripada Death. Butuh ketekunan dan kecekatan untuk mengalahkan mereka, jika Anda tidak ingin direpotkan untuk melakukan farming terlebih dahulu. Sementara untuk tugas mengumpulkan, Anda harus mengeksplorasi keseluruhan dunia yang disinggahi Death untuk mendapatkannya, yang memang harus diakui merepotkan. Reward apa yang akan Anda dapatkan? Senjata-senjata dengan efek terbaik dan experience akan menjadi “hadiah” yang membuat semua side missions ini pantas untuk dilirik.

Sayangnya, Terkesan Bertele-tele

Satu misi utama dipecah menjadi tiga misi ekstra lainnya. Setiap misi ekstra ini kemudian dipecah menjadi tiga misi lagi. Memang butuh ekstra kesabaran untuk berhadapan dengan sistem misi seperti ini, walaupun terkadang harus diakui, menyebalkan.
Menjelajahi begitu banyak dunia yang berbeda dengan balutan elemen action RPG yang cukup adiktif seharusnya menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan. Sayangnya, ada sebuah blunder yang menurut kami, membuat Darksiders 2 menjadi sedikit lebih sulit untuk dinikmati. Apa itu? Tentu saja alur plot yang terasa dipaksa, membuat perjalanannya terkesan sangat bertele-tele. Jika sebagian besar game serupa menuntut Anda untuk datang ke tempat tujuan dan menyelesaikan misi secara langsung, tidak begitu dengan Darksiders 2. Setiap kali Anda menuju ke tempat misi utama, maka Anda harus bersiap untuk mendapatkan ekstra misi yang berkaitan dengannya. Bagian terburuknya, ia hadir dalam jumlah yang tidak sedikit.

Bayangkan apa yang Anda rasakan jika Anda menemukan kenyataan bahwa Anda harus menyelesaikan 3 buah ekstra misi sebelum Anda  dapat mengakses sang misi utama untuk mendapatkan progress cerita. Merepotkan? Namun sebagian besar dari Anda akan dengan ikhlas menerima. Ketika Anda bersiap untuk menyelesaikan setiap misi ini, Anda ternyata harus berhadapan dengan kenyataan yang lebih pahit. Benar sekali, setiap misi dari ketiga misi ini ternyata juga menuntut Anda untuk menyelesaikan tiga misi yang lain. Voila, Anda tiba-tiba harus menyelesaikan sembilan misi sebelum dapat melanjutkan petualangan Death. Dunia yang ditawarkan oleh Darksiders 2 memang luas, namun sebagian besar misi hanya akan menuntut Anda untuk mengitari daerah yang sama / serupa karena masalah ini. Konsep seperti ini benar-benar membuat Darksiders 2 terlihat bertele-tele.

Kesimpulan

Perubahan signifikan di sisi gameplay membuat Darksiders 2 terasa jauh berbeda dibandingkan seri sebelumnya. Sebuah perubahan yang membuat seri ini tampil jauh lebih berkualitas dan menarik untuk dijajal.
Jadi apa yang bisa disimpulkan dari seri terbaru – Darksiders 2 yang dikembangkan oleh Vigil Games dan THQ ini? Kesan pertama yang menarik di awal ternyata mampu bertahan hingga akhir permainan. Perubahan ekstrim yang dilakukan untuk menciptakan atmosfer action RPG yang lebih kental memang harus diakui membuat Darksiders 2 tampil jauh lebih menarik dan menyenangkan untuk dimainkan. Jadi, tidak sekedar datang dan membabat semua musuh begitu saja, Anda juga dapat membangun karakter Death sesuai dengan gaya gameplay yang Anda inginkan. Tidak hanya sekedar memperkuatnya dengan beragam senjata dan armor dengan status uniknya masing-masing, sistem skill points yang memiliki titik fokus yang berbeda juga memberikan kesempatan untuk membentuk Death “versi” Anda sendiri. Dipadukan dengan sebuah dunia open-world dan side mission yang cukup menantang, Darksiders 2 tampil memukau.

Lantas dimana titik kelemahannya? Selain visualisasi yang tidak banyak mendapatkan perombakan signfiikan, ada beberapa kelemahan yang mungkin Anda rasakan ketika memainkan Darksiders 2, terutama dari versi konsol. Framerate yang tidak stabil dan beberapa bug dan glitch kecil akan seringkali Anda temukan sepanjang permainan. Salah satu yang cukup menyebalkan adalah peran Dust – sang gagak sebagai “sistem GPS” Anda yang seringkali reliable. Burung yang satu ini seringkali merujuk pada arah yang salah, membingungkan Anda dengan inkonsistensi arah yang ia tuju, bahkan membuat Anda tersesat. Mencegah diri untuk mengandalkan burung yang satu ini akan menjadi tindakan yang lebih bijak. Kelemahan lain? Tentu saja misi utama dan alur yang terkesan bertele-tele, dimana misi utama Anda selalu memiliki banyak misi ekstra. Hasilnya, Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk beradad di daerah yang sama daripada mengksplorasi beragam dunia yang disinggahi oleh Death.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut, Darksiders 2 mampu membuktikan diri sebagai sebuah game dengan kualitas yang pantas untuk diacungi jempol. Gameplay, desain karakter, voice acts, plot, hingga setting dihadirkan memang memberikan nuansa yang baru untuk keseluruhan franchise yang satu ini. Tidak diragukan lagi, Darksiders 2 is a MUST PLAY!

Kelebihan

Perubahan gameplay menjadi action-RPG yang boleh dikatakan, tereksekusi dengan baik.
  • Gameplay dengan ciri khas Action-RPG
  • Desain karakter dan setting
  • Voice acts dengan kepribadian yang kuat
  • Plot
  • Sistem open-world dan side-missions yang menantang

Kekurangan

Salah satu glitch yang kami rasakan adalah lambatnya reaksi Death untuk membuka chest di hadapannya, terlepas dari frekuensi kami menekan tombol aksi.
  • Dust yang tidak reliable
  • Misi utama yang terkesan bertele-tele
  • Beberapa bug dan glitch kecil
  • Framerate yang tidak stabil (untuk versi konsol)
  • Ending yang tidak berkesan
Cocok untuk gamer: yang mengikuti franchise Darksiders 2, penggemar game action-RPG
Tidak cocok untuk gamer: yang mudah bosan, tidak suka game dengan waktu gameplay di atas 10 jam

sumber : http://jagatplay.com/2012/08/xbox/review-darksiders-ii-petualangan-death-dalam-atmosfer-baru/3/

6 komentar :

teknikmesin unihaz mengatakan...

mau naya ni,,gmana ya gan cara keluar dari psychameron? setelah melawan laba2 yang dinaiki orng mati k 3,mohon bantuan ya yang tau,

Unknown mengatakan...

Sama om... saya juga mentok di Psychameron... blum nemu solusi nya...

Unknown mengatakan...

Gunakan fast travel di peta

Unknown mengatakan...

GUNAKAN FAST TRAVEL DI PETA BRO UNTUK KELUAR DI PSYMERON

Unknown mengatakan...

Bisa pake joystick gak ?

Unknown mengatakan...

Mau nanya gan misi yg recover spirit key itu kmana y?

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys